27 JANUARI 2026

|

15:04 WIB

PERKUAT KUALITAS INFRASTRUKTUR, BPSDM KEMENTERIAN PU GELAR PELATIHAN PENYELIDIKAN MEKANIKA TANAH JALAN DAN JEMBATAN

26 Januari 2026  /   BPSDM Kementerian PU       54

Makassar, 26 Januari 2026 — Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kementerian Pekerjaan Umum (PU) melalui Balai Pengembangan Kompetensi PU Wilayah VIII Makassar secara resmi membuka Pelatihan Penyelidikan Mekanika Tanah Bidang Jalan dan Jembatan pada Senin (26/1). Kegiatan ini menjadi bagian dari strategi peningkatan kompetensi teknis aparatur dalam mendukung penyelenggaraan infrastruktur yang andal dan berkelanjutan.

Pelatihan dibuka oleh Kepala Pusat Pengembangan Kompetensi Bina Marga, Pembiayaan Infrastruktur, dan Pengembangan Infrastruktur Wilayah, Sjofva Rosliansjah. Dalam arahannya, Sjofva menekankan pentingnya pelatihan sebagai ruang pembelajaran kolaboratif yang mendorong peningkatan kapasitas teknis sekaligus pertukaran pengalaman antarpegawai.

“Manfaatkan kesempatan ini untuk menggali pengetahuan, memperluas wawasan, serta berbagi solusi atas berbagai persoalan yang dihadapi di lapangan, baik dengan para pengajar maupun sesama peserta. Pengalaman yang beragam akan memperkaya proses pembelajaran dan meningkatkan kualitas pelaksanaan tugas di unit kerja masing-masing,” ujarnya.

Pekerjaan jalan dan jembatan memiliki peran strategis sebagai tulang punggung pembangunan infrastruktur nasional yang menopang pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat. Oleh karena itu, kualitas konstruksi harus memenuhi standar teknis agar mampu memberikan pelayanan yang optimal, aman, dan berkelanjutan.

Salah satu tahapan penting sebelum pelaksanaan konstruksi adalah penyelidikan mekanika tanah di lokasi pekerjaan. Melalui pengujian lapangan dan laboratorium, profil serta sifat tanah dapat dipahami secara komprehensif sehingga perencanaan struktur dilakukan secara tepat. Pemahaman yang baik terhadap karakteristik tanah sangat menentukan daya dukung, stabilitas, serta ketahanan struktur terhadap beban, sekaligus meminimalkan risiko kegagalan konstruksi di masa mendatang.

Pelatihan ini dilaksanakan selama 12 hari, mulai 26 Januari hingga 10 Februari 2026, dengan metode blended learning dan total 87 Jam Pelajaran (JP). Kegiatan diikuti oleh 35 Aparatur Sipil Negara (ASN) dari Direktorat Jenderal Bina Marga.

Melalui pelatihan ini, peserta diharapkan mampu menganalisis dan menerapkan data hasil pengujian lapangan maupun laboratorium mekanika tanah untuk menentukan parameter tanah dalam menilai perilaku, daya dukung, dan stabilitasnya. Kompetensi tersebut menjadi bekal penting dalam mendukung perencanaan dan pelaksanaan konstruksi jalan dan jembatan yang aman, berkualitas, tepat guna, dan berkelanjutan.