Perkuat Pondasi "Smart Governance", Bapekom PU V Yogyakarta Pacu Literasi Digital Pegawai Melalui Bimtek Pengoprasian Komputer
Yogyakarta, Balai Pengembangan Kompetensi (Bapekom) Pekerjaan Umum Wilayah V Yogyakarta kembali menunjukkan komitmennya dalam mengakselerasi transformasi digital di lingkungan pemerintahan. Dilaksankan pada, Senin (27/10) hingga Jumat (31/10), Bapekom PU V Yogyakarta menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) pengoperasian komputer perkantoran, yang dikhususkan bagi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) non-fungsional.
Langkah ini diambil sebagai respons strategis untuk mendukung penerapan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) yang semakin masif di Kementerian Pekerjaan Umum. Penguasaan teknologi tidak lagi menjadi nilai tambah, melainkan kebutuhan mendasar untuk menciptakan birokrasi yang lincah.
Kepala Subbagian Umum dan Tata Usaha Bapekom PU Wilayah V Yogyakarta, Nurwi Herlinawati, S.E., M.Eng, dalam sambutannya menegaskan bahwa efisiensi organisasi dimulai dari hal yang paling fundamental, yakni kemampuan operasional perangkat lunak perkantoran.
"Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi teknis rekan-rekan PPPK non-fungsional agar mampu menggunakan perangkat lunak perkantoran secara efektif dan optimal. Penguasaan teknis ini akan berdampak langsung pada peningkatan kinerja organisasi serta pelayanan publik yang makin cepat dan efisien," ujar Nurwi Herlinawati.
Tidak Ada Kata Terlambat untuk Belajar
Lebih lanjut, Nurwi menambahkan bahwa transformasi digital seringkali menjadi tantangan tersendiri bagi sebagian pegawai. Oleh karena itu, Bimtek ini dirancang dengan pendekatan "langkah demi langkah" agar peserta merasa percaya diri.
"Jangan pernah merasa canggung dengan teknologi. Ciptakan perubahan dimulai dari kemampuan digital Bapak/Ibu sekalian. Melalui pelatihan ini, kita ingin memastikan seluruh lini di Bapekom V, termasuk tenaga pendukung administrasi, memiliki standar kompetensi digital yang mumpuni untuk mendukung SPBE," tambah Nurwi dalam arahannya.
Selama lima hari penuh, para peserta akan digembleng dengan materi-materi praktis yang relevan dengan tugas sehari-hari. Output yang diharapkan bukan sekadar bisa mengoperasikan komputer, tetapi mampu bekerja secara kolaboratif dan efisien dalam ekosistem digital kantor modern.
"Tidak ada yang terlambat untuk belajar. Kami ingin setelah keluar dari ruangan ini, Bapak dan Ibu memiliki kepercayaan diri baru di dunia digital," tutup Nurwi. (MH)