01 SEPTEMBER 2026

|

08:35 WIB

PUTECH BENCHMARKING KE SV UGM, PERKUAT PENGEMBANGAN TEACHING LABORATORY DAN TEACHING INDUSTRY

17 Juli 2026  /   BPSDM Kementerian PU       113

Yogyakarta – Pendidikan vokasi yang mampu menghasilkan lulusan siap kerja membutuhkan pembelajaran yang selaras dengan perkembangan teknologi, kebutuhan industri, dan tantangan dunia kerja. Karena itu, kolaborasi dan pertukaran praktik baik antarperguruan tinggi menjadi langkah penting untuk terus meningkatkan kualitas penyelenggaraan pendidikan vokasi.

Sebagai bagian dari upaya tersebut, Politeknik Pekerjaan Umum (PUtech) melaksanakan kegiatan benchmarking ke Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada (SV UGM), Selasa (14/7). Kegiatan ini bertujuan memperkuat pengembangan Teaching Laboratory dan Teaching Industry sebagai bagian dari peningkatan kualitas pembelajaran vokasi yang lebih aplikatif dan sesuai dengan kebutuhan dunia usaha dan dunia industri.

Rombongan PUtech dipimpin oleh Direktur Politeknik Pekerjaan Umum, Brawijaya, bersama jajaran pimpinan, dan diterima oleh Dekan SV UGM, Prof. Dr.-Ing. Ir. Agus Maryono, beserta jajaran. Selain berdiskusi mengenai pengembangan pendidikan vokasi berbasis industri, delegasi PUtech juga meninjau fasilitas Field Research Center (FRC) dan Teaching Industry Learning Center (TILC) sebagai sarana pembelajaran berbasis praktik yang telah dikembangkan SV UGM.

Direktur PUtech, Brawijaya, mengatakan kegiatan ini menjadi kesempatan untuk mempelajari berbagai praktik baik yang dapat diadaptasi dalam pengembangan sistem pembelajaran di PUtech.

"Kami ingin melihat secara langsung implementasi Teaching Factory dan Teaching Industry yang telah diterapkan di SV UGM sehingga praktik-praktik baik tersebut dapat diadaptasi untuk memperkuat proses pembelajaran di PUtech agar semakin selaras dengan kebutuhan industri," ujarnya.

Sementara itu, Dekan SV UGM, Prof. Agus Maryono, menjelaskan bahwa penyelenggaraan pendidikan di SV UGM dirancang untuk menjaga keseimbangan antara penguasaan teori dan keterampilan praktik melalui komposisi pembelajaran 40 persen teori dan 60 persen praktik. Pendekatan tersebut didukung oleh fasilitas Teaching Factory serta program magang industri selama dua semester.

"Mahasiswa harus memiliki penguasaan teori yang kuat sekaligus keterampilan praktik dan kemampuan menyelesaikan persoalan nyata di dunia kerja," jelasnya.

Melalui kegiatan benchmarking ini, PUtech memperoleh berbagai masukan mengenai pengembangan Teaching Laboratory, Teaching Industry, penguatan kurikulum berbasis industri, serta pengelolaan fasilitas pembelajaran praktik. Hasil pembelajaran tersebut diharapkan dapat mendukung peningkatan kualitas proses pembelajaran, memperkuat kompetensi lulusan, sekaligus membuka peluang kolaborasi yang lebih luas antara PUtech dan SV UGM dalam pengembangan pendidikan vokasi di bidang infrastruktur.

Sebagai institusi pendidikan vokasi di bawah Kementerian Pekerjaan Umum, PUtech terus mendorong pengembangan pembelajaran yang adaptif terhadap kebutuhan industri dan perkembangan teknologi. Melalui kolaborasi dengan berbagai mitra, PUtech berupaya menyiapkan lulusan yang tidak hanya memiliki kompetensi teknis, tetapi juga mampu menjawab tantangan pembangunan infrastruktur yang semakin kompleks.