05 SEPTEMBER 2026

|

15:40 WIB

TUTUP RANGKAIAN ORIENTASI PPPK 2026, BPSDM PU MANTAPKAN LANGKAH 519 ASN MENUJU PENGABDIAN

27 Agustus 2026  /   BPSDM Kementerian PU       111

Jakarta, 21 Agustus 2026 – Menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN) bukan sekadar menjalankan pekerjaan, tetapi juga mengemban tanggung jawab untuk memberikan pelayanan dan manfaat bagi masyarakat. Karena itu, proses pembelajaran bagi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) tidak berhenti setelah orientasi selesai, tetapi harus tercermin dalam cara bekerja, mengambil keputusan, berkolaborasi, dan menjalankan amanah sebagai aparatur negara.

Pesan tersebut menandai berakhirnya rangkaian Orientasi PPPK Kementerian Pekerjaan Umum (PU) Tahun 2026 melalui penutupan Orientasi PPPK Angkatan X. Sebagai angkatan terakhir, sebanyak 519 peserta dari berbagai unit kerja di lingkungan Kementerian PU berhasil menyelesaikan seluruh rangkaian pembelajaran.

Orientasi diselenggarakan Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kementerian PU melalui Balai Pengembangan Kompetensi (Bapekom) PU Wilayah V Yogyakarta dan Bapekom PU Wilayah VI Surabaya. Pembelajaran berlangsung dalam dua tahap, yakni pembelajaran mandiri melalui Massive Open Online Course (MOOC) pada 20 Juli–7 Agustus 2026 dan Distance Learning pada 18–21 Agustus 2026.

Selama orientasi, peserta dibekali pemahaman mengenai nilai-nilai dasar dan etika ASN serta tugas dan fungsi PPPK di lingkungan Kementerian PU. Proses pembelajaran juga diarahkan untuk mengembangkan kemampuan individual dan kolaboratif sehingga peserta memiliki bekal untuk beradaptasi dan menjalankan tugas secara profesional di unit kerja masing-masing.

Kepala BPSDM Kementerian PU, Bisma Staniarto, menegaskan bahwa berakhirnya orientasi justru menjadi awal bagi para PPPK untuk membuktikan nilai-nilai yang telah dipelajari melalui kinerja dan kontribusi nyata.

“Saya ingin mengajak Bapak dan Ibu melihat orientasi ini bukan sebagai garis akhir, tetapi sebagai sebuah titik awal. Jadilah ASN yang kehadirannya dipercaya, pekerjaannya dirasakan, dan pengabdiannya memberi manfaat,” ujar Bisma.

Menurut Bisma, tantangan sesungguhnya akan dihadapi ketika peserta kembali ke unit kerja masing-masing. Nilai-nilai ASN yang diperoleh selama orientasi perlu diterjemahkan dalam perilaku kerja sehari-hari, mulai dari menjaga integritas dan profesionalisme, membangun kolaborasi, hingga memastikan setiap pekerjaan dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab dan memberikan manfaat bagi organisasi maupun masyarakat.

Berdasarkan hasil evaluasi sikap, perilaku, dan akademik, seluruh 519 peserta dinyatakan lulus. Sebanyak 368 peserta memperoleh predikat Sangat Memuaskan, 141 peserta memperoleh predikat Memuaskan, dan 10 peserta memperoleh predikat Baik Sekali.

Sebagai bentuk apresiasi atas capaian pembelajaran, dua peserta dengan nilai tertinggi dari masing-masing Bapekom adalah:

1. Aris Adi Rahayu – Balai Teknik Sungai; dan

2. Mohammad Afan Gafar – Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional Jawa Timur–Bali.

Bagi peserta, orientasi juga menjadi ruang untuk memahami lebih jauh makna pengabdian sebagai ASN. Hengki Listria Adi dari Pusat Pengendalian Lumpur Sidoarjo menyampaikan bahwa perjalanan sebagai aparatur merupakan proses yang perlu dijalani dengan kesungguhan dan terus dikembangkan melalui pembelajaran.

“Mari kita jadikan orientasi ini sebagai langkah awal dalam perjalanan pengabdian sebagai ASN, dengan terus belajar, menjaga integritas, membangun kolaborasi yang harmonis, serta melaksanakan setiap tugas dengan penuh dedikasi,” ujar Hengki.

Menurut Hengki, keberagaman latar belakang peserta juga menjadi kekuatan selama proses pembelajaran. Perbedaan daerah, profesi, maupun pengalaman dipertemukan oleh tanggung jawab yang sama untuk memberikan kontribusi dan pelayanan terbaik bagi organisasi dan masyarakat.

Dengan berakhirnya Angkatan X, rangkaian Orientasi PPPK Kementerian PU Tahun 2026 resmi ditutup. Namun, proses pengembangan kompetensi para PPPK tidak berhenti di ruang pembelajaran. Tantangan berikutnya adalah memastikan pengetahuan, nilai, dan pengalaman yang diperoleh selama orientasi diterapkan secara konsisten dalam pelaksanaan tugas.

Melalui penguatan kompetensi sejak awal masa pengabdian, BPSDM Kementerian PU terus mendorong terbentuknya ASN yang profesional, berintegritas, adaptif, dan berorientasi pada pelayanan. Dengan demikian, kehadiran PPPK diharapkan tidak sekadar memperkuat kapasitas organisasi, tetapi juga berkontribusi terhadap peningkatan kualitas pelayanan publik dan pembangunan infrastruktur yang manfaatnya nyata dirasakan masyarakat.