PELATIHAN FUNGSIONAL TEKNIK PENGAIRAN AHLI MEMBENTUK SDM YANG MUMPUNI DAN PROFESSIONAL
Medan, 11 November 2021 - Saat ini kita sedang giat menyelenggarakan pembangunan infrastruktur di Indonesia. Melalui infrastruktur diharapkan dapat menciptakan pertumbuhan ekonomi serta menjamin pemerataan kesejahteraan bagi rakyat Indonesia, salah satunya adalah infrastruktur bidang sumber daya air. Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kementerian Pekerjaan Umum Dan Perumahan Rakyat melalui Balai Pengembangan Kompetensi PUPR Wilayah I Medan menyelengarakan Pelatihan Fungsional Teknik Pengairan (Distance Learning) Angkatan X yang resmi ditutup Kamis (11/10).
Kepala Balai Pengembangan Kompetensi Wilayah I Medan, Ahmad Kholidi Nasution dalam sambutan penutupan menyampaikan,” Untuk menjaga dan menjamin kualitas infrastruktur sumber daya air yang andal, dibutuhkan Sumber Daya Manusia yang mumpuni dan professional. Dalam beberapa kesempatan, Bapak Menteri PUPR sering menegaskan bahwa Pejabat Fungsional adalah motor penggerak (engine) pembangunan infrastruktur PUPR. Hal ini menandakan bahwa pejabat fungsional memegang peranan penting sebagai pihak yang memiliki keahlian dan kompetensi teknis.”
“Diharapkan dengan selesainya pelatihan fungsional ini dapat membentuk para peserta menjadi pejabat fungsional Teknik Pengairan Ahli yang kompeten dan professional. Selain mampu memberikan manfaat dan eksistensi positif bagi unit organisasi sesuai tugas dan fungsinya, para peserta juga diharapkan mampu merencanakan karirnya untuk masa yang akan datang serta disiplin dalam menyampaikan hasil kinerja yang telah dicapainya,”imbuh Ahmad Kholidi Nasution.
Kegiatan pembelajaran dimulai tanggal 02 sampai 11 November 2021 dan telah diadakan evaluasi, meliputi pretest, posttest, latihan soal dan seminar. Berdasarkan hasil evaluasi peserta oleh pengajar, jumlah kehadiran peserta dan juga keaktifan proses belajar mengajar, maka jumlah peserta yang dinyatakan lulus pelatihan sebanyak 31 orang dengan predikat memuaskan 16 orang dan predikat baik sekali 15 orang.
Charlos A P Marpaung salah seorang peserta mewakili peserta lainnya menyampaikan awalnya ada kesulitan dalam menyajikan paparan saat seminar online dikarenakan gangguan koneksi, dan berharap terkait pelaksanaan secara Blended Learning jika kondisi pandemi covid telah mereda agar bisa dilaksanakan secara tatap muka.