MENCETAK ASN PENGELOLA IRIGASI UNTUK MEMAJUKAN IRIGASI DI INDONESIA
Solo, 29 Maret 2021 – Kedaulatan pangan yang digalakkan Pemerintah sangat ditentukan oleh peningkatan produksi padi. Peningkatan produksi padi sangat ditentukan oleh pengelolaan irigasi nya. Untuk menjamin terselenggaranya pengelolaan irigasi yang efisien dan efektif serta dapat memberikan manfaat yang sebesar-besarnya kepada masyarakat petani, pengelolaan irigasi dilaksanakan dengan mengoptimalkan pembagian air secara tepat waktu dan tepat jumlah. Dalam pelaksaaanya, pengelolaan irigasi tersebut tentunya perlu didukung oleh ASN Pengelola Irigasi yang mampu mengelola irigasi dengan baik.
Untuk mendukung hal tersebut, Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (BPSDM PUPR) melalui Pusat Pengembangan Kompetensi Sumber Daya Air dan Permukiman bekerjasama dengan Direktorat Bina Operasi dan Pemeliharaan, Direktorat Jenderal Sumber Daya Air menyelenggarakan Bimbingan Teknis Operasi dan Pemeliharaan (O&P) Irigasi Tingkat Pengamat pada tanggal 29 Maret s.d 1 April 2021 di Solo.
Kepala Pusat Pengembangan Kompetensi Sumber Daya Air dan Permukiman Ruhban Ruzziatno, dalam arahan yang dibacakan Kepala Bidang Manajemen Sistem dan Pelaksanaan Pengembangan Kompetensi, Fitri Riandini, mengatakan Operasi dan Pemeliharaan jaringan irigasi merupakan suatu kegiatan yang harus dilaksanakan dengan sebaik-baiknya agar fungsi pelayanan irigasi dapat dilaksanakan secara efektif dan efisien untuk menunjang usaha-usaha sektor pertanian dalam rangka mewujudkan kesejahteraan masyarakat. Hal itu penting, karena kinerja O&P sistem irigasi seringkali tidak berjalan dengan baik, khususnya pada saluran tersier.
Fitri menyadari pentingnya peran pengelola irigasi dalam memajukan irigasi di Indonesia,“Bapak Ibu sekalian sebagai petugas lapangan merupakan ujung tombak pengelolaan irigasi yang memiliki peran besar terhadap kesuksesan Daerah Irigasi masing-masing,” tegas Fitri.
Untuk itu, Bimbingan Teknis OP Irigasi tingkat Pengamat ini ditujukan untuk meningkatkan pengetahuan para peserta sekaligus ajang diskusi bersama pengajar maupun sesama peserta untuk menyelesaikan permasalahan yang ditemui di lapangan.
Senada dengan Fitri, dalam kesempatan yang sama pada sambutan pembukaan pelatihan, Direktur Bina Operasi dan Pemeliharaan yang dibacakan Kepala Subdit Wilayah II Direktorat Bina OP, Eka Nugraha Abdi, juga mengatakan didalam Operasi dan Pemeliharaan irigasi permukaan, petugas OP sebagai SDM irigasi merupakan salah satu unsur yang sangat penting. Dalam menentukan keberlangsungan kegiatan OP irigasi di lapangan, pengamat merupakan salah satu garda terdepan dalam pelaksanaan OP.
“Sebagai garda terdepan, para pengamat harus mampu memahami tata cara perencanaan, pelaksanaan hingga pemantauan dan evaluasi kegiatan OP dan melaksanakannya dengan baik karena pelayanan air irigasi di lapangan bergantung pada perencanaan yang dilakukan petugas OP di lapangan, Komir bersama P3A, GP3A atau IP3A, termasuk kondisi dan fungsi jaringan irigasi pada wilayah kerja masing-masing petugas OP,” ungkap Eka.
Namun Eka menyadari bahwa pelaksanaan kegiatan OP Jaringan irigasi dirasakan belum optimal, masih diperlukan berbagai upaya dalam rangka meningkatkan kualitas implementasi OP dan kualitas kerja sistem irigasi. Untuk itu, dengan terselenggaranya Bimbingan Teknis O&P Irigasi tingkat Pengamat ini diharapkan dapat memberikan tambahan pengetahuan bagi para peserta dalam melaksanakan O&P Irigasi di tempat kerja masing-masing, sehingga kegiatan O&P Irigasi dapat dilaksanakan sesuai dengan kaidah-kaidah teknis dan aturan yang telah ditetapkan.
Bimbingan Teknis Operasi dan Pemeliharaan Irigasi Tingkat Pengamat yang diselenggarakan secara klasikal dengan tetap menerapkan protokol kesehatan ini diikuti sebanyak 41 Peserta yang berasal dari BBWS/BWS dan SKPD. (Kompu BPSDM)