18 AGUSTUS 2026

|

19:18 WIB

JALAN MANTAP DIMULAI DARI PENILIK YANG KOMPETEN

13 Agustus 2026  /   BPSDM Kementerian PU       59

Makassar, 11 Agustus 2026 – Jalan yang mantap menjadi salah satu fondasi penting bagi konektivitas antarwilayah, kelancaran mobilitas masyarakat, serta pertumbuhan ekonomi. Untuk menjaga kondisi tersebut, dibutuhkan pemantauan yang dilakukan secara berkala sehingga setiap kerusakan dapat teridentifikasi lebih dini dan ditangani secara tepat. Dalam proses inilah Penilik Jalan memegang peran penting sebagai petugas yang memantau kondisi jalan dan jembatan secara langsung di lapangan.

Penguatan kompetensi Penilik Jalan juga menjadi bagian penting dalam mendukung pencapaian target Jalan Mantap 2030. Penilik yang kompeten diharapkan mampu menghasilkan informasi kondisi jalan yang akurat sebagai dasar penentuan kebutuhan penanganan, sehingga keandalan dan keselamatan infrastruktur dapat terus terjaga serta memberikan manfaat optimal bagi masyarakat.

Untuk memperkuat kompetensi tersebut, Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kementerian Pekerjaan Umum (PU) melalui Balai Pengembangan Kompetensi (Bapekom) PU Wilayah VIII Makassar menyelenggarakan Pelatihan Penilikan Jalan secara blended learning pada 4–11 Agustus 2026.

Pelatihan diikuti oleh 40 Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Kementerian PU. Selama enam hari pembelajaran, peserta dibekali kompetensi mengenai pengantar penilikan jalan, jenis kerusakan jalan dan penanganannya, persiapan dan prosedur penilikan, pelaksanaan penilikan jalan, indikator kinerja Penilik Jalan, serta penyusunan laporan. Pembelajaran juga dilengkapi dengan praktik lapangan dan seminar agar peserta mampu mengaplikasikan kompetensi yang diperoleh dalam kondisi pekerjaan yang nyata.

Kepala Pusat Pengembangan Kompetensi Bina Marga, Pembiayaan Infrastruktur, dan Pengembangan Infrastruktur Wilayah, Sjofva Rosliansjah, menegaskan bahwa kualitas penilikan berperan penting dalam menjaga kemantapan jalan. Pemantauan yang dilakukan secara cermat memungkinkan kondisi maupun kerusakan jalan diketahui lebih awal sehingga kebutuhan penanganan dapat segera diidentifikasi.

“Penilikan jalan yang berkualitas merupakan fondasi penting dalam menjaga kemantapan jalan melalui identifikasi dini terhadap kondisi lapangan, sehingga penanganan dapat dilakukan secara tepat demi mewujudkan jalan mantap dan berkeselamatan,” ujar Sjofva.

Menurutnya, peran Penilik Jalan tidak berhenti pada kegiatan mengamati dan melaporkan kondisi jalan. Informasi yang dihasilkan dari proses penilikan menjadi masukan penting dalam menentukan kebutuhan pemeliharaan dan penanganan jalan. Karena itu, ketelitian, kompetensi, dan integritas Penilik Jalan turut menentukan kualitas pengambilan keputusan dalam menjaga tingkat kemantapan dan keselamatan jalan.

Berdasarkan hasil evaluasi, seluruh 40 peserta dinyatakan lulus. Adapun tiga peserta dengan capaian terbaik pada Pelatihan Penilikan Jalan Tahun 2026 adalah:


1. Natalia Deisy Timang – Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional Papua Barat–Papua Barat Daya;

2. Muhammad Dahlan – Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional Sulawesi Selatan; dan

3. Hilda Rukmana Arsyad – Balai Pelaksanaan Jalan Nasional Bangka Belitung.


Melalui pelatihan ini, BPSDM Kementerian PU terus memperkuat kompetensi aparatur sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas penyelenggaraan infrastruktur jalan. Penilik yang semakin kompeten diharapkan mampu mendukung pemantauan kondisi jalan secara lebih efektif, mempercepat identifikasi kebutuhan penanganan, serta menjaga kemantapan dan keselamatan jalan. Dengan demikian, infrastruktur jalan dapat terus memberikan layanan yang andal dan manfaat yang berkelanjutan bagi mobilitas masyarakat, konektivitas wilayah, serta aktivitas perekonomian.