05 SEPTEMBER 2026

|

15:25 WIB

BPSDM PU BEKALI 155 PESERTA MAGANGHUB UNTUK SIAP BERKONTRIBUSI DALAM PEMBANGUNAN INFRASTRUKTUR

13 Agustus 2026  /   BPSDM Kementerian PU       122

Jakarta, 13 Agustus 2026 – Pengalaman kerja menjadi salah satu bekal penting bagi lulusan perguruan tinggi untuk memahami kebutuhan dunia profesional sekaligus mengembangkan kompetensi yang tidak selalu diperoleh di ruang kelas. Kementerian Pekerjaan Umum (PU) membuka ruang bagi talenta muda untuk mendapatkan pengalaman tersebut sekaligus mengenal lebih dekat tata kelola pemerintahan dan proses pembangunan infrastruktur.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui Onboarding MagangHub Batch 1 Tahun 2026 yang diselenggarakan secara daring oleh Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kementerian PU, Kamis (13/8). Kegiatan onboarding menjadi pembekalan awal bagi peserta sebelum menjalani pemagangan di berbagai unit kerja di lingkungan Kementerian PU.

Program MagangHub merupakan Program Pemagangan Lulusan Perguruan Tinggi yang diselenggarakan pemerintah untuk meningkatkan kompetensi lulusan, mempersiapkan mereka memasuki dunia kerja, serta memperluas kesempatan memperoleh pengalaman profesional. Pada 2026, program ini diperluas dengan target 150.000 peserta dan melibatkan berbagai instansi pemerintah sebagai penyelenggara pemagangan.

Pada Batch 1 Tahun 2026, sebanyak 155 peserta diterima untuk mengikuti program pemagangan di Kementerian PU. Para peserta ditempatkan pada 18 unit kerja yang tersebar di empat Unit Organisasi, yaitu Sekretariat Jenderal, Inspektorat Jenderal, Direktorat Jenderal Sumber Daya Air, dan BPSDM.

Sekretaris BPSDM Kementerian PU, Lina Anggraini, menyampaikan bahwa keikutsertaan Kementerian PU dalam MagangHub merupakan bagian dari komitmen pemerintah untuk memberikan ruang belajar dan pengalaman kepada talenta muda agar semakin siap menghadapi dinamika dunia kerja.

“Program pemagangan ini tidak hanya memberikan pengalaman mengenai tata kelola pemerintahan, proses kerja birokrasi, dan penyelenggaraan pembangunan infrastruktur, tetapi juga menjadi ruang bagi peserta untuk mengembangkan kemampuan berpikir kritis, kolaborasi, komunikasi, pemecahan masalah, serta integritas dan profesionalisme,” ujar Lina.

Menurut Lina, pengalaman magang perlu dimanfaatkan sebagai kesempatan untuk memahami bagaimana pengetahuan yang diperoleh selama pendidikan diterapkan dalam pekerjaan nyata. Peserta juga diharapkan mampu mengenali tantangan di lingkungan kerja, beradaptasi dengan budaya organisasi, serta membangun kemampuan bekerja bersama berbagai pihak.

Untuk mendukung kesiapan tersebut, dalam kegiatan onboarding peserta memperoleh pembekalan mengenai Kementerian PU dan ketentuan kepegawaian, mekanisme pelaksanaan MagangHub, serta manajemen pengetahuan di Kementerian PU melalui Knowledge Management System KLOP. Peserta juga mendapatkan kesempatan untuk berdiskusi dan melakukan tanya jawab bersama mentor serta PIC MagangHub Kementerian PU.

Lina mengingatkan agar peserta tidak hanya menjadi penerima pengalaman selama menjalani pemagangan. Talenta muda juga dapat membawa perspektif, gagasan, dan cara pandang baru yang dapat memberikan nilai tambah bagi unit kerja. Karena itu, peserta didorong untuk aktif bertanya, berinisiatif, terbuka terhadap pembelajaran, serta tetap menjaga integritas dan profesionalisme.

“Jangan ragu bertanya, berinisiatif, dan menyampaikan gagasan-gagasan baru. Kami percaya, kontribusi kecil yang kalian berikan hari ini dapat menjadi bagian dari perubahan besar di masa depan,” pesan Lina.

Melalui onboarding ini, peserta diharapkan memiliki pemahaman awal mengenai lingkungan kerja, tata kelola, serta ekspektasi selama mengikuti program sehingga dapat beradaptasi dan berkontribusi secara optimal di unit kerja masing-masing.

Keikutsertaan Kementerian PU dalam MagangHub tidak hanya membuka akses bagi talenta muda untuk memperoleh pengalaman profesional, tetapi juga menjadi ruang untuk mempertemukan pembelajaran akademik dengan praktik penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan infrastruktur. Dengan pendampingan mentor dan pengalaman kerja secara langsung, para peserta diharapkan dapat mengembangkan kompetensi, memperluas wawasan, serta membangun profesionalisme sebagai bekal untuk memasuki dunia kerja dan berkontribusi bagi pembangunan Indonesia.