BPSDM TINGKATKAN PENGETAHUAN PESERTA TERHADAP PENGAWASAN PEKERJAAN KONSTRUKSI
Jayapura, 28 November 2021 – Guna menjamin tugas Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) dalam menyediakan infrastuktur bidang PUPR yang andal dan bermanfaat wajib memenuhi tertib penyelenggaraan pekerjaan konstruksi diperlukan Aparatur Sipil Negara (ASN) bidang ke-PUPR-an yang memiliki keterampilan dalam melaksanakan Pengawasan Pekerjaan Konstruksi. Untuk itu, Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM PUPR) melalui Pusat Pengembangan Kompetensi Manajemen telah rampung melaksanakan Pelatihan Pengawasan Pekerjaan Konstruksi secara daring di Jayapura, Kamis (28/10).
25 peserta dinyatakan lulus pada pelatihan yang fasilitasi Balai Pengembangan Kompetensi PUPR Wilayah IX Jayapura sejak 18 Oktober 2021 lalu ini. 3 (tiga) peserta diantaranya meraih predikat peserta terbaik, yaitu: Agnes Diana BR Sembiring dari Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Sumatera Utara meraih predikat peserta terbaik pertama; Fitri Suryani dari Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) Kalimantan Barat meraih predikat peserta terbaik kedua; dan Charlos Andreas Parmonangan Marpaung dari Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera V meraih predikat peserta terbaik ketiga.
Kepala Pusat Pengembangan Kompetensi Manajemen, Moeh. Adam dalam sambutan penutupan pelatihan mengatakan pelatihan Pengawasan Pekerjaan Konstruksi ini dirancang secara khusus bagi ASN PUPR agar mampu memahami regulasi/petunjuk teknis terkait penerapan pengawasan pekerjaan konstruksi.
“Peran Bapak dan Ibu bukan sebagai pemenuhan pekerjaan tetapi mempunyai arti penting menjamin mutu pekerjaan konstruksi. Bapak dan Ibu akan menjadi garda terdepan dalam menjaga keberlanjutan dan kemanfaatan konstruksi agar tidak terjadi kecelakaan konstruksi dan/atau kegagalan bangunan,” ungkap Adam.
Untuk itu, Adam berharap dengan terselenggaranya pelatihan ini dapat memberikan manfaat dalam pelaksanaan pengawasan pekerjaan konstruksi dalam lingkup pekerjaan di unit organisasi masing-masing peserta.
Manfaat dari pelatihan Pengawasan Pekerjaan Konstruksi ini turut dirasakan salah satu peserta terbaik, Fitri Suryani. Menurut Fitri, pengetahuan mengenai pengawasan dan pengendalian tahap persiapan kontrak merupakan salah satu yang dirasa paling bermanfaat karena saat ini dirinya sedang akan menghadapi hal tersebut, sehingga dapat lebih mengerti saat pelaksanaan pekerjaan nantinya.
Fitri menambahkan, dari pelatihan ini turut membantu dirinya dalam menentukan strategi bekerja kedepan, terutama yang berkaitan dengan konsultan pengawas. “Meskipun berkontrak dengan P2JN tapi PPK fisik memegang kendali atas kinerja mereka, sehingga tidak akan ragu jika harus menuntut lebih dari kinerja mereka,” ujar Fitri.