AGAR KUALITAS JALAN MENINGKAT, BPSDM SELENGGARAKAN PELATIHAN PEMERIKSAAN UNIT PRODUKSI CAMPURAN BERASPAL
Makassar, 25 Oktober 2021 – Faktor utama buruknya kualitas jalan diakibatkan oleh sistem kelola aspal yang juga buruk. Hal tersebut penuturan Kepala Bagian Kepegawaian dan Umum Ditjen Bina Marga Rubiyo, dalam pembukaan Pelatihan Pemeriksaan Unit Produksi Campuran Beraspal /Asphalt Mixing Plant (AMP), pada Senin (25/10). Pelatihan Jarak Jauh hingga 3 November 2021 mendatang ini diikuti 33 ASN terpilih dari Bina Marga.
Sebagai perwakilan penyampaian amanat Direktur Jenderal Bina Marga, Rubiyo juga menjelaskan bahwa PUPR kini memerlukan bukan hanya keterampilan lapangan melainkan juga pemahaman mendasar dan mendalam atas standar kelayakan operasi AMP. Penugasan pegawai sekaligus sumber daya manusia dari Bina Marga dalam pelatihan ini merupakan salah-satu upaya yang ditempuh.
Dari 40 orang yang lolos seleksi Bina Marga, 33 di antaranya terkonfirmasi hadir yang terdiri dari ASN dengan latar belakang pendidikan D3 teknik sipil dan/atau serumpun dengan pengalaman minimal 5 tahun bekerja di lapangan. Target kompetensi Skill, Knowledge, dan Attitude (SKA) menjadi muara utama kerjasama Bina Marga dengan BPSDM Kementerian PUPR. “Kami harap materi dapat ter-delivery dengan baik sehingga target kualifikasi SDM Bina Marga dapat terwujudkan dan kuota pelatihan yang terbatas ini dapat optimal,”ujar Rubiyo.
Dari ketiga unsur yang disinggung Rubiyo, menurut Koordinator Pengembangan Kompetensi Bidang Jalan dan Jembatan, Asep Hilmansyah, Attitude atau sikap merupakan unsur krusial yang banyak dikesampingkan ASN hingga saat ini. Oleh karena itu sistem ajar yang disediakan BPSDM dalam setiap program pendidikan dan pelatihannya menghimpun I-ProVe sebagai budaya kerja sekaligus upaya untuk meningkatkan kualitas sikap dan perilaku ASN dalam melayani publik. “Nilai Integritas, Profesional, Orientasi Misi, Visioner, dan Etika yang terakumulasi di dalam budaya kerja PUPR ini adalah kunci pengelolaan ilmu pengetahuan dan keterampilan di bidang kerja masing-masing,” pungkas Asep kemudian.
Untuk mengukur efektivitas pembelajaran, Kepala Seksi Penyelenggaraan, Balai Diklat PUPR Wilayah VIII Makassar, Hasbiah Syam melaporkan akan diadakannya pretest dan posttest oleh panitia penyelenggara atas seluruh peserta. Tenaga Pengajar pada pelatihan ini adalah Pejabat Struktural, Pejabat Fungsional Terkait dan Widyaiswara dari kementerian PUPR. Sedangkan Kurikulum pelatihan sebanyak 43 Jam Pelajaran (JP), yang dilaksanakan dengan metode Distance Learning yang akan dilaksanakan pada tanggal 25 November s.d. 3 November 2021.