32 PESERTA LULUS PELATIHAN FUNGSIONAL TEKNIK JALAN DAN JEMBATAN DI BAPEKOM VIII MAKASSAR
Makassar, 26 November 2021- Untuk membentuk pejabat fungsional yang professional dan kompeten di bidang PUPR sesuai amanah Peraturan Menteri PAN-RB No. 13 Tahun 2019, Kementerian PUPR sebagai instansi pembina Jabatan Fungsional Bidang PUPR melalui Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia telah selesai melaksanakan Pelatihan Fungsional Teknik Jalan dan Jembatan yang saat ini telah mencapai angkatan ke XI yang dimulai sejak 16 November sampai 26 November 2021 di Bapekom PUPR Wilayah VIII Makassar.
Dalam sambutan penutup pelatihan, Kepala Bapekom PUPR Wilayah VIII Makassar Anwar mengatakan,”Diharapkan dengan telah terselenggaranya pelatihan ini, dapat membentuk para alumni peserta pelatihan yang mampu memahami rencana strategis pembangunan infrastruktur jalan dan jembatan dan kebijakan pengembangan jabatan fungsional Teknik Jalan dan Jembatan agar pelaksanaan fungsi yang dijalankan dapat selaras dengan tujuan unit organisasi. Selain itu, diharapkan dapat memahami dirinya sebagai pejabat fungsional sehingga mampu menerapkan tugas, peran dan fungsi ke-jafung-annya dalam upaya mendukung kinerja unit organisasi untuk mencapai target dan sasaran strategis. Di samping itu, peserta diharapkan mampu menyusun rencana kinerja yang akan dilaksanakannya dan mengusulkan hasil kinerjanya melalui DUPAK Jabatan Fungsional sesuai mekanisme dan peraturan yang telah ditentukan.”
“Dikarenakan dalam beberapa kesempatan, Bapak Menteri PUPR sering menegaskan bahwa Jabatan Fungsional PUPR adalah motor penggerak (engine) pembangunan infrastruktur PUPR. Hal tersebut menunjukkan bahwa pejabat fungsional merupakan salah satu komponen dasar dalam pembangunan infrastruktur. Hal ini dibuktikan dalam menjaga kualitas pembangunan, setiap pekerjaan terkait pembangunan infrastruktur harus mendapat rekomendasi teknis dari pejabat fungsional, ini menandakan bahwa jabatan fungsional memegang peranan penting sebagai pihak yang dipercaya memiliki keahlian dan kompetensi teknis,”lanjut Anwar.
Dari hasil evaluasi, sebanyak 32 orang peserta yang mengikuti Pelatihan Fungsional Teknik Jalan dan Jembatan dinyatakan lulus dengan peringkat pertama diraih oleh Niken Inriany Babay, S.T dari BPJN Sulawesi Tengah, peringkat ke dua diraih oleh Mukhlis Habib Al Rahman, S.T. dari BPJN Sulawesi Tengah, dan peringkat ke tiga diraih oleh Adniwan Shubhi Banuzaki, S.T. dari BPJN Sulawesi Tengah.
Niken Inriany sebagai peserta terbaik mengatakan pengalamannya setelah mengikuti pelatihan,” Sangat bermanfaat setelah mengikuti pelatihan ini dikarenakan sebelumnya, saya telah menyusun dupak dan mengajukan tetapi hanya dengan pengetahuan pribadi. Setelah mengikuti pelatihan ini, saya jadi lebih tau cara menyusun dupak dan baik dan benar itu seperti apa. Saran saya apabila semakin sering diadakan pelatihan secara klasikal bisa membuat kita lebih fokus dalam menerima materi.”