Yogyakarta – Balai Pengembangan Kompetensi (Bapekom) PU Wilayah V Yogyakarta secara resmi menutup rangkaian Pelatihan Teknis Fungsional Pengelolaan Keuangan APBN Angkatan II Tahun Anggaran 2026 pada Selasa, 10 Maret 2026. Pelatihan yang berlangsung secara daring sejak 2 Maret lalu ini bertujuan untuk meningkatkan profesionalisme aparatur dalam menjaga akurasi tata kelola keuangan negara.
Kepala Balai Pengembangan Kompetensi PU Wilayah V Yogyakarta, Muhammad Nizar, S.E., M.T., dalam laporan penutupannya menyampaikan apresiasi atas kedisiplinan para peserta. Pelatihan ini telah dilaksanakan selama 7 hari kerja dengan total 29 jam pelajaran. Berdasarkan hasil evaluasi yang meliputi kehadiran minimal 90%, nilai post-test, serta keaktifan dalam diskusi dan seminar, seluruh peserta yang berjumlah 30 orang dinyatakan lulus dan berhak mendapatkan sertifikat kompetensi. "Kami berharap ilmu yang didapat selama pelatihan ini dapat diimplementasikan dengan penuh tanggung jawab di unit kerja masing-masing," ujar Muhammad Nizar. Sebanyak 30 peserta mengikuti pelatihan ini dan seluruhnya dinyatakan lulus, dengan capaian kualifikasi Memuaskan sebanyak 4 peserta, Baik Sekali sebanyak 21 peserta dan kategori Baik sebanyak 5 peserta. .
Peserta Terbaik diraih:
Terbaik satu diraih Veronika Agustina, S.E., M.Ak – Direktorat Sungai dan Pantai, Ditjen Sumber Daya Air
Terbaik kedua diraih Serna Mellolo, S.E – Sekretariat Ditjen Bina Konstruksi
Dan terbaik ketiga oleh Ika Solichah Noviawati, S.E – Sekretariat Ditjen Bina Konstruksi
Sementara itu, Pelatihan ditutup secara resmi oleh Kepala Pusat Pengembangan Kompetensi Manajemen, BPSDM Kementerian PU, Drs. Rudy Ridwan Effendi, M.T.. Dalam sambutannya, ia menekankan bahwa keberhasilan seorang pengelola keuangan tidak hanya diukur dari kecerdasan intelektual, tetapi juga dari integritas dan komitmen dalam menjaga kepercayaan publik. "Pengelolaan APBN saat ini menghadapi tantangan besar, mulai dari dinamika regulasi hingga transformasi digital. Lulusan pelatihan ini dituntut untuk terus adaptif terhadap sistem informasi keuangan yang terus berkembang guna mewujudkan pengelolaan anggaran yang efektif dan efisien," tegas Rudy Ridwan Effendi.
Penutupan pelatihan ini menandai kesiapan 30 Pejabat Fungsional Analis Pengelolaan Keuangan APBN dan Pranata Keuangan APBN untuk terjun langsung memastikan setiap rupiah anggaran negara dimanfaatkan secara optimal bagi pembangunan infrastruktur dan kesejahteraan masyarakat.
Dengan selesainya pelatihan ini, diharapkan tercipta budaya kerja yang berorientasi pada hasil dan tata kelola good governance yang semakin kuat di lingkungan Kementerian Pekerjaan Umum. (MH)