Dukung Program Asta Cita, BPSDM PU Perkuat Database Ketahanan Pangan Lewat Pelatihan GIS
Yogyakarta – Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kementerian Pekerjaan Umum terus memacu kompetensi Aparatur Sipil Negara (ASN) dalam menghadapi tantangan ketahanan pangan nasional. Melalui Balai Pengembangan Kompetensi (Bapekom) PU Wilayah V Yogyakarta, Kementerian PU menyelenggarakan Pelatihan Geographic Information System (GIS) Tingkat Dasar (Ketahanan Pangan) yang dibuka secara resmi pada Selasa (3/2).
Pelatihan yang dilaksanakan secara daring (Distance Learning) ini merupakan langkah taktis Kementerian PU dalam mendukung program Asta Cita, khususnya dalam pengelolaan Sumber Daya Air (SDA) yang presisi untuk sektor pertanian.
Kepala BPSDM Kementerian PU, dalam sambutannya yang dibacakan oleh Kepala Pusat Pengembangan Kompetensi Bina Marga, Pembiayaan Infrastruktur, dan Pengembangan Infrastruktur Wilayah (Pusbangkom BMPIPIW), Sjofva Rosliansjah, S.T., M.M., menekankan bahwa pengelolaan pangan di era modern tidak bisa lagi hanya mengandalkan insting, melainkan harus berbasis data yang akurat.
"Program ketahanan pangan merupakan kebijakan strategis dalam Asta Cita. Ketahanan pangan sangat bergantung pada pengelolaan yang cermat dan berbasis data. Di sinilah teknologi informasi, seperti GIS, memainkan peran kunci untuk membantu perencanaan dan pengambilan keputusan yang tepat sasaran," ujar Sjofva Rosliansjah dalam arahan pembukaannya.
Lebih lanjut, Sjofva menambahkan bahwa Kementerian PU melalui Ditjen SDA memiliki peran vital dalam memastikan infrastruktur air mendukung produktivitas pangan. Oleh karena itu, kemampuan ASN dalam memetakan dan menganalisis data spasial menjadi kebutuhan mendesak.
Digitalisasi Kompetensi ASN
Sementara itu, Kepala Bapekom PU Wilayah V Yogyakarta, Muhammad Nizar, S.E., M.T., dalam laporannya menjelaskan bahwa pelatihan ini didesain untuk menjawab kebutuhan teknis di lapangan.
"Pelatihan ini diikuti oleh 32 orang peserta yang berasal dari berbagai unit kerja di lingkungan Kementerian PU. Melalui metode Distance Learning, kami memfasilitasi peserta untuk tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu mengoperasikan perangkat lunak GIS untuk memecahkan kasus-kasus aktual di lapangan," lapor Muhammad Nizar.
Selama pelatihan yang berlangsung mulai tanggal 3 hingga 11 Februari 2026 ini, peserta akan mendalami materi pemetaan digital yang terintegrasi dengan sistem pengembangan kompetensi ASN Kementerian PU, yaitu Sibangkoman dan Klop.
"Harapan kami, para peserta dapat memanfaatkan forum ini untuk bertukar solusi atas kendala di lapangan, sehingga sekembalinya bekerja, mereka dapat menyajikan data spasial yang valid sebagai pegangan dalam perencanaan infrastruktur," tutup Nizar.
Kegiatan pembukaan ini turut dihadiri oleh jajaran pejabat pimpinan tinggi pratama, administrator, serta pengajar ahli di bidang geospasial. (HM)