Kementerian PU Perkuat Kompetensi Aparatur Pengelola Irigasi Untuk Dukung Ketahanan Pangan Nasional
Bandung, 4 Mei 2026 – Kementerian Pekerjaan Umum melalui Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia membuka Pelatihan Operasi dan Pemeliharaan Irigasi Tahun 2026 sebagai upaya memperkuat kapasitas aparatur dalam menjaga keandalan layanan irigasi. Pelatihan ini menjadi bagian dari komitmen Kementerian PU dalam memastikan infrastruktur irigasi yang telah dibangun berfungsi optimal, berkelanjutan, dan memberi manfaat langsung bagi masyarakat.
Dalam laporan pelaksanaan pelatihan, Plh. Kepala Balai Pengembangan Kompetensi PU Wilayah IV Bandung, Andry Aryanto Hutapea, menyampaikan bahwa Pelatihan Operasi dan Pemeliharaan Irigasi ini dilaksanakan pada 4 – 23 Mei 2026 melalui metode Blended Learning dengan total 97 jam pelajaran, diikuti oleh 40 peserta yang berasal dari PNS dan PPPK di Lingkungan Balai Besar Wilayah Sungai Citanduy Direktorat Jenderal Sumber Daya Air Kementerian PU.
Dalam sambutan Kepala BPSDM Kementerian PU yang diwakili Kepala Pusat Pengembangan Kompetensi Sumber Daya Air, Cipta Karya dan Prasarana Strategis, Doedoeng Zenal Arifin, menegaskan bahwa pembangunan sumber daya manusia merupakan fondasi utama dalam mewujudkan ketahanan pangan nasional dan keberlanjutan pengelolaan sumber daya air. Menurutnya, keberhasilan sistem irigasi tidak hanya ditentukan oleh kualitas infrastruktur, tetapi sangat bergantung pada kompetensi aparatur dalam aspek keandalan operasi dan pemeliharaan yang menjadi kunci keberlanjutan layanan irigasi itu sendiri.
Di lapangan, tantangan yang dihadapi tidak sederhana, banyak jaringan irigasi telah dibangun dengan investasi besar, namun permasalahan seperti sedimentasi, kerusakan bangunan air, kebocoran saluran, hingga distribusi air yang belum merata. Sedimentasi dan belum optimalnya pemeliharaan rutin menjadi faktor utama yang menyebabkan penurunan kinerja layanan irigasi dan berdampak langsung pada distribusi air dan produktivitas pertanian masyarakat. Selain itu, konflik distribusi air di tingkat tersier akibat belum optimalnya pengaturan operasi pintu air serta lemahnya koordinasi antar petugas lapangan dan kelembagaan petani. Hal tersebut menunjukkan bahwa keberhasilan irigasi tidak hanya ditentukan oleh infrastruktur, tetapi sangat bergantung pada kompetensi SDM yang mengelolanya.
Melalui pelatihan ini, peserta dibekali kemampuan untuk memahami standar operasi dan pemeliharaan jaringan irigasi, meningkatkan keterampilan teknis dalam pengelolaan bangunan dan saluran irigasi, mengidentifikasi permasalahan lapangan secara tepat, serta memperkuat koordinasi antar pemangku kepentingan. Kompetensi tersebut diharapkan mampu meningkatkan keandalan layanan irigasi sehingga distribusi air menjadi lebih efektif, efisien dan adil.
Bagi masyarakat, manfaat dari pelatihan ini akan dirasakan melalui meningkatnya kualitas pengelolaan jaringan irigasi yang berdampak pada kelancaran pasokan air ke lahan pertanian, peningkatan produktivitas hasil panen, pengurangan risiko gagal panen, serta pengelolaan irigasi yang andal akan berkontribusi langsung terhadap peningkatan kesejahteraan petani dan penguatan ketahanan pangan nasional.
Kementerian PU terus berkomitmen menjadikan pengembangan kompetensi aparatur sebagai investasi strategis untuk memastikan setiap infrastruktur yang dibangun dapat dikelola secara optimal dan memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat.
“Air dan ilmu harus dijaga kesinambungan, agar manfaatnya lestari bagi negeri”, demikian pesan penutup disampaikan Kepala Pusat Pengembangan Kompetensi Sumber Daya Air, Cipta Karya dan Prasarana Strategis.