Perkuat Kompetensi Pengawas Konstruksi, Bapekom PU Wilayah IV Bandung Selenggarakan Pelatihan Pengawasan Pekerjaan Konstruksi Jalan
Bandung, 27 Juli 2026 – Dalam upaya menjamin pembangunan infrastruktur jalan yang andal, aman dan berkelanjutan, Balai Pengembangan Kompetensi PU Wilayah IV Bandung secara resmi membuka “Pelatihan Pengawasan Pekerjaan Konstruksi Jalan (Sertifikasi)”. Pelatihan yang diselenggarakan secara blended learning ini dijadwalkan berlangsung mulai tanggal 27 Juli hingga 5 Agustus 2026.
Kepala Pusat Pengembangan Kompetensi Bina Marga, Pembiayaan Infrastruktur dan Pengembangan Infrastruktur Wilayah, Sjofva Rosliansjah, S.T., M.M., dalam sambutan pembukaannya menegaskan bahwa pengawasan pekerjaan konstruksi merupakan bagian yang sangat penting dalam menjamin mutu pembangunan.
“Pengawasan yang efektif selain berfungsi sebagai alat pengendalian, juga merupakan upaya pencegahan terhadap penyimpangan yang dapat berdampak pada kualitas hasil pekerjaan maupun akuntabilitas penyelenggara pembangunan,” ujar Sjofva. Beliau menambahkan bahwa pengawas pekerjaan konstruksi dituntut memiliki kompetensi teknis, kemampuan analitis serta integritas tinggi. Mereka memiliki peran strategis sebagai garda terdepan dalam menjaga mutu pembangunan, memastikan penggunaan anggaran negara secara efektif dan efisien, serta mewujudkan tata kelola konstruksi yang transparan, akuntabel, dan berintegritas.
Meskipun dilaksanakan secara daring melalui skema distance learning, beliau mengimbau para peserta untuk tetap disiplin dan proaktif berdiskusi guna menyamakan persepsi dan meningkatkan sinergi dalam penerapan standar pengawasan di seluruh wilayah Indonesia.
Sementara itu, Kepala Balai Pengembangan Kompetensi PU Wilayah IV Bandung, Ero, S.Pd., M.Pd., melaporkan bahwa pelatihan ini diikuti oleh 28 orang peserta. Seluruh peserta merupakan Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Direktorat Jenderal Bina Marga, Kementerian Pekerjaan Umum.
“Melalui metode blended learning yang menggunakan mekanisme pembelajaran synchronous dan asynchronous dengan total 52 Jam Pelajaran (JP), peserta ditargetkan mampu melaksanakan pengawasan konstruksi bidang jalan sesuai hasil perencanaan teknis, spesifikasi mutu bahan, metode pelaksanaan, keteparan waktu dan biaya, serta tertib administrasi”, jelas Ero. Tenaga pengajar pada pelatihan ini melibatkan para Widyaiswara, Pejabat Struktural maupun Fungsional di lingkungan Kementerian PU, serta para praktisi ahli di bidangnya.
Melalui penyelenggaraan pelatihan ini, Kementerian Pekerjaan Umum terus memperkuat pengembangan kompetensi aparatur sebagai bagian dari pembangunan sumber daya manusia yang profesional dan adaptif. Pengawas konstruksi yang kompeten diharapkan mampu menjadi garda terdepan dalam memastikan kualitas pembangunan infrastruktur jalan sehingga memberikan manfaat optimal bagi masyarakat serta mendukung pembangunan nasional yang berkelanjutan.