01 APRIL 2026

|

03:13 WIB

RAPAT EVALUASI PROGRES PELAKSANAAN KEGIATAN TAHUN 2020

17 November 2020  /   BPSDM Kementerian PU       1188
Bandung, 17 November 2020 -.Tantangan terkini dalam hal pengembangan SDM seperti tuntutan penguasaan teknologi yang sangat tinggi bagi ASN PUPR, transformasi digital yang berkembang sangat cepat, perubahan dari era comfort zone menjadi competitive zone, adanya talent war serta pemerintahan yang harus responsive terhadap tuntutan masyarakat, menuntut BPSDM harus mempunyai strategi untuk meningkatkan kinerja layanan pengembangan SDM, sehingga outcome dari tugas yang dilaksanakan dapat lebih terukur dan manfaatnya dapat langsung dirasakan oleh SDM bidang pekerjaan umum dan perumahan rakyat dalam pembangunan infrastruktur nasional. Terlebih saat ini kita dihadapkan pada masa Pandemi Covid 19 dan era Kebiasaan Baru, dimana semua harus berpikir cepat, dan semua dilakukan secara online. Namun kita juga tetap dituntut untuk mempertahankan kualitas dari pengembangan SDM tersebut serta juga harus menerapkan protokol kesehatan. Hal itu disampaikan Kepala BPSDM PUPR Sugiyartanto dalam Rapat Evaluasi Progres Pelaksanaan Kegiatan Tahun 2020 di Bandung (17/11). Berdasarkan Peraturan Presiden RI Nomor 29 tahun 2014, tentang Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah diamanatkan bahwa setiap entitas akuntabilitas kinerja (Satuan Kerja, Unit Organisasi dan Kementerian) harus melakukan pengukuran kinerja. Hal ini dilaksanakan dalam rangka perwujudan kewajiban kita untuk mempertanggungjawabkan keberhasilan dalam melaksanakan Program dan Kegiatan yang didanai oleh APBN. Terkait dengan hal itu, Sugiyartanto mengatakan,“Dalam pelaksanaan tugas, kita perlu melakukan pemantauan dan evaluasi capaiannya secara berkala sebagai ukuran kinerja dari masing-masing unit kerja Pusat, Politeknik dan Balai, bahkan seharusnya sampai kinerja individu dapat terukur.” “Lebih jauh lagi, kita harus melakukan evaluasi dampak atau manfaat dari apa yang sudah kita kerjakan selama ini. Evaluasi penting dilakukan untuk mengukur keberhasilan maupun kekurangan dari apa yang telah dikerjakan sehingga bisa menjadi feedback untuk prencanaa pada periode berikutnya”, lanjut Sugiyartanto. Sugiyartanto juga mengingatkan kepada peserta bahwa target pencapaian BPSDM tahun ini harus tercapai. “Saya kembali mengingatkan bahwa saat ini kita sudah berada di penghujung tahun, oleh karena itu kita harus benar – benar fokus dengan percepatan pelaksanaan kegiatan sehingga apa yang sudah kita targetkan untuk satu tahun ini dapat tercapai dan hasilnya bisa bermanfaat khususnya dalam pengembangan SDM PUPR, sehingga kita dapat menunjukkan BPSDM berperan penting dalam pembangunan infrastruktur”. Sugiyartanto menyampaikan bahwa pada pelaksanaan TA 2020 ini, rata-rata realisasi keuangan dari Unit kerja di BPSDM adalah sebesar57,25% atau peringkat 8 (delapan) dari 11 (sebelas) Unit Organisasi di lingkup Kementerian. Capaian realisasi fisik, tidak hanya dihitung secara kuantitatif tetapi juga harus mengukur kualitas dari apa yang sudah dicapai. Pada rapat kerja tersebut, seluruh Pusat dan Politeknik serta Bapekom dan Balai Pensi menyampaikan hasil pemantauan dan evaluasi dari kegiatan yang telah dilakukan dan menyampaikan strategi tindak lanjut dari, sehingga dapat dilakukan percepatan mengingat di tahun anggaran ini hanya 4 – 5 minggu efektif pelaksanaan.