15 JUNI 2026

|

13:58 WIB

TINGKATKAN KOMPETENSI SDM BIDANG JALAN DAN JEMBATAN, BPSDM PU SELENGGARAKAN PELATIHAN PENANGANAN LONGSORAN

03 Juni 2026  /   BPSDM Kementerian PU       58

Palembang, 2 Juni 2026 – Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kementerian Pekerjaan Umum (PU) melalui Balai Pengembangan Kompetensi (Bapekom) PU Wilayah II Palembang menyelenggarakan Pelatihan Penanganan Longsoran pada Struktur Jalan secara distance learning pada 2–11 Juni 2026.

Pelatihan ini menjadi bagian dari upaya BPSDM Kementerian PU dalam memperkuat kompetensi sumber daya manusia bidang jalan dan jembatan guna menghadapi tantangan pembangunan infrastruktur pada wilayah dengan kondisi geologis yang kompleks.

Jalan memiliki peran strategis sebagai urat nadi pertumbuhan ekonomi, penghubung antarwilayah, serta jalur utama distribusi logistik dan mobilitas masyarakat. Namun, kondisi geografis Indonesia yang berada di kawasan Ring of Fire, didominasi topografi berbukit dan bergunung, serta memiliki curah hujan yang tinggi, menyebabkan potensi ketidakstabilan lereng dan tanah longsor menjadi salah satu tantangan utama dalam pembangunan dan preservasi jalan.

Kejadian longsoran pada struktur jalan tidak hanya menimbulkan kerusakan fisik dan kerugian material, tetapi juga berpotensi mengganggu konektivitas wilayah, aktivitas ekonomi masyarakat, distribusi logistik, hingga membahayakan keselamatan pengguna jalan.

Pelatihan dibuka secara resmi oleh Kepala Pusat Pengembangan Kompetensi Bina Marga, Pembiayaan Infrastruktur, dan Pengembangan Infrastruktur Wilayah, Sjofva Rosliansjah. Dalam sambutannya, Sjofva menegaskan bahwa penanganan longsoran perlu dilakukan melalui pendekatan yang lebih komprehensif dan berbasis ilmu pengetahuan.

“Penanganan longsoran tidak bisa lagi dilakukan dengan pendekatan yang bersifat reaktif atau sekadar tambal sulam, tetapi harus bergeser ke arah mitigasi preventif dan penanganan berbasis analisis ilmiah yang akurat,” ujar Sjofva.

Ia menjelaskan bahwa pelatihan ini dirancang untuk menjawab kebutuhan nyata di lapangan dengan membekali peserta kompetensi yang mencakup identifikasi dan pemetaan risiko longsoran, analisis geoteknik dan hidrologi, hingga pemilihan metode serta teknologi perkuatan lereng yang tepat sesuai karakteristik lokasi.

“Kepada para peserta, saya ucapkan selamat belajar. Manfaatkan kesempatan ini untuk menggali ilmu dari para pengajar serta saling bertukar pengalaman dan praktik baik dengan sesama peserta,” tambahnya.

Pelatihan diikuti oleh 38 peserta yang terdiri atas ASN Kementerian PU dan Dinas Pekerjaan Umum daerah. Kegiatan dilaksanakan selama 55 Jam Pelajaran (JP) melalui metode distance learning yang mengombinasikan pembelajaran teoritis, studi kasus, serta diskusi interaktif.

Melalui pelatihan ini, peserta diharapkan mampu menerapkan prinsip-prinsip penanganan longsoran dalam perencanaan, pembangunan, preservasi, dan pengelolaan infrastruktur jalan secara lebih efektif. Penguatan kompetensi tersebut diharapkan dapat mendukung terwujudnya infrastruktur jalan dan jembatan yang lebih andal, aman, tangguh terhadap bencana, dan berkelanjutan.