13 MEI 2026

|

03:31 WIB

DARI RISIKO KE SOLUSI: 31 ASN SIAP HADAPI TANTANGAN INFRASTRUKTUR

13 Mei 2026  /   BPSDM Kementerian PU       9

Jayapura, 11 Mei 2026 — Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kementerian Pekerjaan Umum (PU) melalui Balai Pengembangan Kompetensi (Bapekom) PU Wilayah IX Jayapura resmi merampungkan Pelatihan Manajemen Risiko Proyek Infrastruktur yang dilaksanakan secara distance learning pada 30 April hingga 11 Mei 2026.

Pelatihan ini menjadi bagian dari upaya peningkatan kapasitas ASN dalam menghadapi tantangan pembangunan infrastruktur yang semakin kompleks dan penuh risiko.

Dalam sambutannya, Kepala Pusat Pengembangan Kompetensi (Pusbangkom) Manajemen yang diwakili oleh Plt. Kepala Bidang Pengembangan Kompetensi Manajemen Umum dan Konstruksi, F.X. Hermawan Kusumartono, menyampaikan bahwa kemampuan mengidentifikasi, menganalisis, memitigasi, dan mengendalikan risiko menjadi kompetensi penting bagi insan PU dalam penyelenggaraan jasa konstruksi.

“Setiap proyek infrastruktur memiliki berbagai potensi risiko, mulai dari keterlambatan, biaya, mutu, keselamatan kerja, hingga risiko lingkungan dan sosial. Karena itu, kemampuan manajemen risiko menjadi kompetensi penting untuk mendukung pembangunan infrastruktur yang aman dan berkelanjutan,” ujarnya.

Pelatihan ini diikuti oleh 36 peserta dari lingkungan Kementerian PU dan Dinas PU. Berdasarkan hasil evaluasi, sebanyak 31 peserta dinyatakan lulus, sementara lima peserta lainnya belum dinyatakan lulus karena tidak mengikuti pembelajaran secara penuh dan kurang aktif selama kelas virtual berlangsung.

Adapun tiga peserta terbaik dalam pelatihan ini yaitu:

  1. Yoga Tilang Pratama dari Balai Penataan Bangunan, Prasarana, dan Kawasan Maluku Utara
  2. Yanuar T. dari Balai Penataan Bangunan, Prasarana, dan Kawasan Jakarta
  3. Cinthya Charlotte Rosalin dari Balai Penataan Bangunan, Prasarana, dan Kawasan Lampung

Mewakili peserta, Yoga Tilang Pratama menyampaikan apresiasi kepada para pengajar dan penyelenggara atas materi serta pendampingan selama pelatihan. Menurutnya, pembelajaran tersebut memberikan pemahaman menyeluruh terkait manajemen risiko proyek infrastruktur, mulai dari tahap survei hingga pemeliharaan (maintenance).

“Mungkin banyak pengalaman di bidang lain yang belum pernah kami pelajari sebelumnya, dan itu menjadi lesson learned yang sangat berharga sebagai strategi mitigasi untuk proyek-proyek selanjutnya,” ujar Yoga.

Ia juga menegaskan bahwa manajemen risiko bukan sekadar administrasi, melainkan instrumen penting untuk mencapai target proyek yang berkualitas dan berkelanjutan.

Melalui pelatihan ini, BPSDM Kementerian PU berharap para peserta dapat mengimplementasikan ilmu yang diperoleh di unit kerja masing-masing, membagikan pengetahuan kepada rekan kerja, serta terus meningkatkan kompetensi dan integritas dalam mendukung pembangunan infrastruktur yang aman, berkualitas, dan berkelanjutan.