10 MARET 2026

|

13:25 WIB

BPSDM PU MATANGKAN INDIVIDUAL DEVELOPMENT PLAN, DORONG PENGEMBANGAN KOMPETENSI PEGAWAI BERBASIS DATA

10 Maret 2026  /   BPSDM Kementerian PU       5

Bandung, 10 Maret 2026 – Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kementerian Pekerjaan Umum (PU) terus memperkuat sistem pengembangan kompetensi pegawai melalui penyusunan Individual Development Plan (IDP). Upaya tersebut dibahas dalam kegiatan Pembahasan dan Penyusunan IDP yang diselenggarakan secara hybrid di Balai Pengembangan Kompetensi PU Wilayah IV Bandung, Selasa (10/3).

Kegiatan ini merupakan bagian dari implementasi kebijakan pengembangan kompetensi di lingkungan Kementerian PU sebagaimana diamanatkan dalam Peraturan Menteri PUPR Nomor 2 Tahun 2023 tentang Penyelenggaraan Pengembangan Kompetensi.

Melalui forum ini, BPSDM mendorong terciptanya pemahaman bersama terkait konsep penyusunan Individual Development Plan yang terintegrasi dengan kebutuhan kompetensi pegawai sekaligus kebutuhan organisasi.

Sekretaris BPSDM, Lina Anggraini, dalam sambutannya menekankan bahwa pengembangan kompetensi saat ini tidak lagi dimaknai sebatas kegiatan pelatihan.

“Melalui pendekatan Corporate University, pengembangan kompetensi tidak lagi hanya dimaknai sebagai kegiatan pelatihan semata, tetapi menjadi bagian dari strategi organisasi untuk membangun kapasitas, kapabilitas, serta mendukung pencapaian kinerja institusi secara berkelanjutan,” ujar Lina.

Dalam konteks tersebut, Individual Development Plan menjadi instrumen penting untuk memastikan setiap pegawai memiliki rencana pengembangan kompetensi yang terarah, terukur, dan selaras dengan kebutuhan organisasi.

Hal menarik yang turut dibahas dalam kegiatan ini adalah pemanfaatan teknologi machine learning untuk mendukung penyusunan rekomendasi pengembangan kompetensi pegawai. Dengan memanfaatkan data kinerja, data kompetensi, serta data jabatan yang tersedia, sistem diharapkan mampu memberikan rekomendasi pelatihan yang lebih tepat sasaran, objektif, dan berbasis data.

“Dengan memanfaatkan data kinerja, data kompetensi, serta data jabatan yang tersedia, sistem diharapkan mampu memberikan rekomendasi pelatihan yang lebih tepat sasaran, objektif, dan berbasis data,” jelas Lina.

Ia berharap melalui diskusi yang konstruktif, konsep, proses bisnis, serta dataset yang digunakan dalam sistem pengembangan kompetensi pegawai dapat semakin disempurnakan.

“Sehingga sistem pengembangan kompetensi pegawai ke depan dapat berjalan lebih efektif, adaptif, dan mendukung terwujudnya organisasi yang unggul dan berdaya saing,” tambahnya.

Kegiatan ini diikuti oleh perwakilan pimpinan unit organisasi, pejabat, serta pegawai yang terkait dengan pengelolaan pengembangan kompetensi dan pengembangan sistem informasi. Sebanyak 28 peserta hadir secara langsung, sementara 71 peserta lainnya mengikuti kegiatan secara daring.

Melalui kegiatan ini, BPSDM berharap dapat memperoleh berbagai masukan konstruktif guna menyempurnakan konsep dan mekanisme penyusunan Rencana Pengembangan Kompetensi Pegawai melalui Individual Development Plan.