YOGYAKARTA – Mengisi kemuliaan bulan suci Ramadhan 1447 H, Balai Pengembangan Kompetensi (Bapekom) PUPR Wilayah V Yogyakarta menggelar rangkaian kegiatan religi yang khidmat setiap usai salat Dzuhur berjamaah. Kegiatan rutin ini mencakup penyampaian Kultum (Kuliah Tujuh Menit) serta sesi murojaah atau pengulangan hafalan Al-Qur’an bersama. Suasana kantor yang biasanya dipenuhi dengan rutinitas teknis dan manajerial, kini bertransformasi menjadi oase spiritual yang menyejukkan bagi seluruh keluarga besar Bapekom.
Uniknya, sesi Kultum dalam rangkaian ini diisi secara bergantian oleh para pegawai Bapekom PU Wilayah V Yogyakarta sendiri. Pelibatan pegawai sebagai penceramah ini bertujuan untuk memperkuat rasa percaya diri serta menjadi sarana berbagi ilmu antar-rekan sejawat. Materi yang disampaikan pun sangat relevan, mulai dari korelasi etika kerja dengan ketakwaan hingga penguatan integritas. Hal ini membuktikan bahwa insan PU tidak hanya mumpuni secara teknis, tetapi juga memiliki kedalaman spiritual yang mampu menginspirasi satu sama lain di tengah menjalankan ibadah puasa.
Kekhusyukan semakin terasa saat memasuki sesi murojaah bersama, di mana para jamaah melantunkan ayat-ayat pilihan dengan penuh tadabbur. Fokus bacaan diarahkan pada QS. Maryam ayat 30-35 yang mengisahkan keajaiban lisan Nabi Isa AS, QS. Al-Kahf ayat 1-10 sebagai perlindungan dari fitnah, serta QS. Al-Isra ayat 78-85 yang menekankan keutamaan salat malam dan Al-Qur'an sebagai penawar jiwa. Praktik murojaah ini menjadi metode efektif bagi para pegawai untuk menjaga interaksi yang kontinu dengan kitab suci di sela-sela kesibukan pelayanan publik.
Melalui sinergi antara ibadah mandiri dan produktivitas kerja ini, Bapekom PU Wilayah V Yogyakarta berupaya menciptakan lingkungan kerja yang berkarakter. Kegiatan ini diharapkan mampu membentuk pribadi aparatur yang tidak hanya kompeten secara profesional, tetapi juga memiliki ketenangan batin yang kuat. Semangat Ramadhan 1447 H ini pun menjadi momentum penting bagi seluruh pegawai untuk meraih keberkahan sekaligus mempererat tali silaturahmi melalui diskusi-diskusi keislaman yang hangat. (MH)