Selamat Datang di Website Penutupan Pelatihan Uji Laik Fungsi Jalan: SDM Jalan Diperkuat, Infrastruktur Lebih Aman Bagi Masyarakat - Balai Pengembangan Kompetensi PU Wilayah IV Bandung
Balai Pengembangan Kompetensi PU Wilayah IV Bandung PU Corporate University

Balai Pengembangan Kompetensi PU Wilayah IV Bandung

Office Address

Jl. Jawa No.8-10, Babakan Ciamis, Kec. Sumur Bandung, Kota Bandung, Jawa Barat 40117

Phone Number

Phone: 0224206284

Fax: 0224206284

Whatsapp: 6281223239303

Email Address

bapekom4bdg@pu.go.id

Penutupan Pelatihan Uji Laik Fungsi Jalan: SDM Jalan Diperkuat, Infrastruktur Lebih Aman Bagi Masyarakat

Foto Bersama Seluruh Peserta pada Pelatihan Uji Laik Fungsi Jalan
Foto Bersama Seluruh Peserta pada Pelatihan Uji Laik Fungsi Jalan

Bandung, 21 April 2026 – Balai Kompetensi PU Wilayah IV Bandung resmi menutup Pelatihan Uji Laik Fungsi Jalan dengan Pemeringakatan Bintang yang telah berlangsung pada 15 – 21 April 2026. Pelatihan ini menjadi bagian dari upaya Kementerian Pekerjaan Umum dalam memperkuat kapasitas sumber daya manusia sektor jalan agar pembangunan infrastruktur tidak hanya berorientasi pada konektivitas, tetapi juga keselamatan seluruh pengguna jalan.

Sebanyak 34 peserta yang berasal dari Direktorat Jenderal Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum serta unsur pemerintah daerah mengikuti pelatihan ini dan seluruh peserta dinyatakan lulus. Program pelatihan dilaksanakan selama 45 jam pelajaran melalui metode blended learning, yaitu kombinas pembelajaran daring dan klasikal.

Kepala Pusat Pengembangan Kompetensi Bina Marga, Pembiayaan Infrastruktur, dan Pengembangan Infrastruktur Wilayah yang diwakili Kepala Bidang Pengembangan Kompetensi Bina Marga, Nugroho Wuritomo, menegaskan bahwa uji laik fungsi jalan bukan sekadar kewajiban administratif, tetapi instrumen penting untuk menekan angka kecelakaan lalu lintas. Melalui metode pemeringkatan bintang berbasis standar internasional iRAP, para peserta dibekali kemampuan menilai tingkat keselamatan jalan secara objektif dan terukur.

Kepala Bidang Pengembangan Kompetensi Bina Marga menyampaikan sambutan penutupan
Kepala Bidang Pengembangan Kompetensi Bina Marga menyampaikan sambutan penutupan

Sementara itu, Kepala Subdirektorat Keselamatan dan Keamanan Jalan dan Jembatan, Dian Asri Moelyani, menyampaikan harapan agar seluruh ilmu yang diperoleh peserta selama pelatihan dapat diterapkan secara maksimal ketika kembali ke tempat tugas masing-masing. Kompetensi tersebut diharapkan mampu mempercepat peningkatan standar keselamatan jalan di berbagai wilayah Indonesia.

Kepala Subdirektorat Keselamatan dan Keamanan Jalan dan Jembatan menyampaikan sambutan penutupan
Kepala Subdirektorat Keselamatan dan Keamanan Jalan dan Jembatan menyampaikan sambutan penutupan

Dalam sesi praktik lapangan, peserta melakukan simulasi pemeriksaan langsung terhadap elemen keselamatan jalan, seperti kondisi geometrik jalan, fasilitas pejalan kaki, perlengkapan jalan, hingga potensi titik rawan kecelakaan. Dengan identifikasi titik rawan dan rekomendasi perbaikan yang tepat, risiko kecelakaan dapat ditekan sejak dini. Pembelajaran ini memberi pengalaman nyata agar peserta mampu melakukan audit keselamatan secara komprehensif di lapangan.

Pengumuman 3 (tiga) peserta yang mendapatkan peringkat “Terbaik”
Pengumuman 3 (tiga) peserta yang mendapatkan peringkat “Terbaik”

Dari hasil evaluasi yang telah dilaksanakan, peserta yang memperoleh predikat “Memuaskan” sejumlah 27 orang,  3 orang dengan predikat “Baik Sekali”, 1 orang predikat “Baik” serta 3 (tiga) orang sebagai Peserta Terbaik mendapat predikat “Sangat Memuaskan” yang diraih oleh:

  1. Salman Farisi, S.T., M.Sc.Eng., Direktorat Bina Teknik Jalan dan Jembatan, Direktorat Jenderal Bina Marga
  2. Shoffan Agus Thoriq, S.Tr., Direktorat Jalan Bebas Hamabtan, Direktorat Jenderal Bina Marga
  3. Safriana Afifatul Mustafidah, S.T., Direktorat Pembangunan Jalan, Direktorat Jenderal Bina Marga
Peserta dalam sesi praktik lapangan
Peserta dalam sesi praktik lapangan

Melalui pelatihan ini, para peserta didorong menjadi agen perubahan di unit kerja masing-masing dengan menularkan budaya keselamatan jalan kepada rekan kerja serta memperkuat koordinasi lintas instansi. Hal ini penting agar pembangunan jalan tidak hanya berorientasi pada konektivitas, tetapi juga keselamatan dan keberlanjutan pelayanan publik.

Kementerian Pekerjaan Umum terus berkomitmen meningkatkan sumber daya manusia dan tata kelola infrastruktur agar setiap jalan yang dibangun mampu menghadirkan manfaat nyata: mobilitas yang lancar, distribusi logistik yang efisien, serta perjalanan yang lebih aman bagi seluruh masyarakat Indonesia.