01 SEPTEMBER 2026

|

23:35 WIB

WUJUDKAN SISTEM MERIT, BPSDM SELENGGARAKAN COACHING CLINIC MASSIVE

16 Juni 2022  /   BPSDM Kementerian PU       617

Jakarta, 16 Juni 2022- Kementerian PUPR melalui BPSDM telah secara rutin melakukan pemetaan potensi dan kompetensi sebagai langkah awal dalam upaya pengembangan Sumber Daya Manusia. Langkah selanjutnya untuk menindaklanjuti hasil tersebut dalam rangka pengembangan, maka BPSDM PUPR melalui Pusat Pengembangan Talenta kembali melaksanakan Coaching Clinic Massive Gelombang I pada Kamis (16/6).


Tujuan melaksanakan Coaching Clinic Massive Gelombang I adalah untuk membangun dan mengembangkan Sistem Manajemen Sumber Daya Manusia berdasarkan Sistem Merit serta memberikan pemahaman dan motivasi intrinsik kepada peserta dalam mengoptimalkan potensi dan kompetensi berdasarkan hasil asesmen serta menyusun rencana pengembangan individu.


Dalam sambutan pembuka kegiatan Kepala Pusat Pengembangan Talenta Rudy Effendi mengatakan, “Sejalan dengan amanat Peraturan Pemerintah Nomor 17 tahun 2020 tentang Manajemen PNS pasal 203 bahwa pengembangan kompetensi merupakan upaya pemenuhan kebutuhan kompetensi PNS dengan standar kompetensi jabatan dan rencana pengembangan karier yang didukung oleh Peraturan Kepala LAN No. 10 tahun 2018 tentang Pengembangan Kompetensi Pegawai Negeri Sipil yang menyatakan bahwa rencana pengembangan kompetensi didasarkan pada kesenjangan kompetensi bahwa pengembangan pegawai harus didasarkan pada kebutuhan objektif yaitu GAP terhadap standar kompetensi jabatan saat ini maupun terhadap sasaran karier ke depan.


“Pelaksanaan Coaching Clinic ini adalah bagian dari Grand Design Pengembangan Sumber Daya Manusia (HCDP), dimana hal tersebut merupakan upaya BPSDM untuk menginisiasi dan memperkuat tumbuhnya Corporate University (CorpU) di Kementerian PUPR, yaitu suatu pendekatan pola pengembangan yang berbasis Core Bussines Organisasi dengan pendekatan Human Capital yang menempatkan sumberdaya manusia sebagai investasi jangka panjang suatu organisasi. Knowledge Management pada Corporate University akan menjadi titik sentral dalam sebuah pengetahuan. Lebih lanjut hal ini menitikberatkan pengembangan pada situasi kerja dan memperbesar peranan individu serta pimpinan dalam pengembangan anak buah melalui pelaksanaan Coaching & Mentoring,” tegas Rudy.


Lebih lanjut Rudy berharap seperti yang sudah saya sampaikan sebelumnya pengembangan SDM ini juga harus didasarkan pada GAP kompetensi baik terhadap jabatan saat ini, maupun rencana karier kedepan dengan demikian diharapkan pengembangan yang dilakukan dapat fokus membidik kebutuhan objektif dari masing-masing pegawai bahwa GAP kompetensi adalah peluang untuk pengembangan diri bukan kelemahan yang harus ditutupi dan diabaikan.


Coaching Clinic Massive Gelombang I ini dilaksanakan selama 1 (satu) yang dilakukan secara daring. Jumlah peserta yang mengikuti kegiatan ini sebanyak 49 peserta.