01 SEPTEMBER 2026

|

08:31 WIB

POLITEKNIK PU GELAR SEMINAR DIGITALISASI KONSTRUKSI

19 Agustus 2020  /   BPSDM Kementerian PU       1134

Semarang, 19 Agustus 2020 – Menghadapi dunia yang hiperkompetisi, Indonesia berusaha untuk meningkatkan kualitas keterampilan tenaga kerjanya dengan perkembangan sistem informasi. Untuk membangun kompetensi sumber daya manusia, Politeknik Pekerjaan Umum bersama dengan Waskita Karya mengadakan seminar daring untuk membentuk Politeknik Pekerjaan Umum yang berkualitas dan unggul membangun kompetensi sumber daya manusia di era digitalisasi konstruksi. 


Indonesia berada di posisi ke-36 berdasarkan kondisi global competitive index terkait masalah kelayakan investasi. Hal ini disampaikan Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kementerian PUPR Sugiyartanto saat membuka Seminar Daring Digitalisasi Konstruksi di Semarang (19/8).


Sugiyartanto menyampaikan tantangan dalam pembangunan infrastruktur PUPR yakni daya saing internasional yang masih belum kuat karena keterbatasan dukungan infrastruktur dan pemanfaatan sumber daya alam maupun manusia yang belum optimal untuk mendukung kedaulatan pangan dan energi, dan urbanisasi yang tinggi. Untuk mempercepat pembangunan infrastruktur perlu didukung oleh regulasi dan hukum, sumber daya manusia, pendanaan inovatif, kepemimpinan, penerapan hasil riset dan teknologi.


Sesuai dengan UU No. 2 Tahun 2017 tentang Jasa Konstruksi, Pasal 5 ayat 5 menyatakan bahwa pemerintah pusat memiliki kewenangan mengembangkan standar material dan peralatan konstruksi, serta inovasi teknologi konstruksi. Penerapan BIM (Building Information Modelling) di Indonesia akan meningkatkan produktivitas dan efisiensi proses konstruksi. Proses desain dan konstruksi lebih ramping dan transparan, akurasi dalam perhitungan, menghindari kesalahan mulai perencanaan hingga pelaksanaan, dan waktu pelaksanaan lebih cepat. Tantangan yang ada dalam implementasi BIM adalah kurangnya permintaan proyek yang mensyaratkan BIM.


Tidak hanya perkembangan teknologi, sumber daya manusia juga diharapkan meningkat seiring dengan meningkatnya nilai konstruksi di Indonesia. Nanang Handono Prasetyo mewakil Direktur Jenderal Bina Konstruksi Kementerian PUPR menyampaikan bahwa terdapat gap nasional 7.792.512 orang tenaga kerja konstruksi yang belum bersertifikat. Merupakan peluang bagi pendidikan vokasi untuk dapat menyiapkan lulusan yang bersertifikat. Adanya kerja sama industri konstruksi dengan vokasi sangat diperlukan sebagai upaya pemenuhan tenaga kerja konstruksi terampil. Link and match pendidikan vokasi dan dunia kerja akan tercipta melalui penyusunan kurikulum bersama dengan industri, adanya dosen tamu dari industri yang rutin mengajar di kampus, program magang yang dikelola, serta sertifikasi kompetensi.  


Upaya meningkatkan teknologi dan sumber daya manusia ini mendukung visi Politeknik Pekerjaan Umum yang unggulan yang menghasilkan sumber daya manusia bidang pekerjaan umum yang kompeten, profesional, berdaya saing tinggi, dan siap kerja. Lulusan politeknik pekerjaan umum akan dibekali dengan ijazah ahli madya (KKNI level 5) yang telah diawali dengan pembekalan sertifikasi juru ukur, kerja sama dengan LPJK Jawa Tengah. 


Hadjar Seti Adji dalam paparannya menyatakan bahwa penggunaan media permainan daring merupakan salah satu langkah pembelajaran daring dalam di Era VUCA (volatile, uncertain, complexity, dan ambiguity). Memasuki industri 5.0 dengan adanya artificial intelligence diperlukan kesiapan kita untuk menghadapinya. Penggunaan BIM sangat praktis dan akurat, sehingga kedepannya pembangunan infrastruktur akan dilakukan oleh artificial inteligence.


Merupakan tantangan bagi pendidikan sekarang untuk menghasilkan sumber daya manusia yang memiliki soft skills seperti, values, believing, independent thinking, teamwork, dan care for others. Teknologi harus dimanfaatkan untuk membantu keberhasilan mahasiswa, salah satunya dengan metode belajar yang bebas sesuai dengan tipe belajar mahasiswa. Mahasiswa Politeknik PU diharapkan menjadi mastery of future technology dan mastery of positive attitude sehingga menghasilkan lulusan yang dibutuhkan oleh industri konstruksi. (Saras PPU)