02 SEPTEMBER 2026

|

22:33 WIB

KEPALA BPSDM MEMBUKA 2 PELATIHAN BIDANG SDA SEKALIGUS

09 Februari 2022  /   BPSDM Kementerian PU       299

Jakarta, 7 Februari 2022- Sesuai dengan RPJM Tahun 2020 – 2024, Bapak Presiden Joko Widodo telah menegaskan bahwa pembangunan Infrastruktur dan Sumber Daya Manusia (SDM) akan menjadi prioritas utama pada periode kedua kepemimpinannya. Oleh karena itu, Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM PUPR) menyelenggarakan Pelatihan Teknis Hidrologi untuk Alokasi Air, yang diselenggarakan oleh Balai Pengembangan Kompetensi Wilayah III Jakarta, dan Pelatihan Perencanaan Teknis Air Tanah, yang diselenggarakan oleh Balai Pengembangan Kompetensi Wilayah VIII Makassar secara distance learning di Jakarta, Senin (07/02).

Dalam hal ini SDM menjadi isu sentral dalam penentuan keberhasilan organisasi untuk mewujudkan visi dan misi pemerintahannya. Mengingat demikian pentingnya peran SDM, maka pengelolaan yang terencana dan terarah untuk mewujudkan SDM professional sangat diperlukan, khususnya dalam menghadapi tantangan pembangunan saat ini. Hal tersebut sejalan dengan amanah Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara (ASN) yang menyatakan bahwa salah satu prinsip ASN sebagai profesi adalah berlandaskan pada kompetensi yang diperlukan sesuai bidang tugasnya. 

Pada pidato pembukanya, Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Khalawi mengatakan bahwa,” Kedua pelatihan ini sangat penting sekali, Pertama pelatihan teknis hidrologi kita sudah banyak membangun bendungan, tadinya rencanyanya 65 di tahun 2022 ini ditambah, ini tentunya membutuhkan SDM yang andal dan kompeten di bidang teknis hidrologi. Teknis hidrologi ini gampang-gampang susah, yang artinya SDM PUPR muda kita di SDA dan Cipta Karya serta Dinas Provinsi atau Kota/Kabupaten jika menguasai teknik hidrologi ini sangat luar biasa. Kebutuhan air untuk masyarakat benar-benar vital, baik untuk kebutuhan hidup, kebutuhan untuk pertanian dan kebutuhan lainnya seperti listrik, ini dibutuhkan suatu kemampuan untuk perencanaannya maupun dalam pelaksanaannya.”

Lebih lanjut Khalawi mengatakan,” Kemudian Pelatihan Perencanaan Teknis Air Tanah, ini juga sangat menantang, banyak wilayah-wilayah di Indonesia yang memang sulit mendapatkan air, susah mendapatkan air tanah maupun air permukaan. Nah ilmu - ilmu tentang teknis air tanah maupun hidrologi ini sangat penting dalam membantu kebutuhan masyarakat. untuk itu para SDM PUPR khususnya yang mempunyai kompetensi dibidang teknis hidrologi dan perencanaan teknis air tanah, saya sangat apresiasi dan tingkatkan terus kompetensinya. ikuti pelatihan - pelatihan ini.

Untuk mencapai hal tersebut, diperlukan suatu perhitungan hidrologi dan pembagian air untuk berbagai jenis penggunaan menurut kuantitas, tempat dan waktu penggunaan yang besarnya disesuaikan dengan ketersediaan total volume air yang terdapat pada suatu sumber air. Rencana alokasi air ini dilakukan untuk menentukan dan memenuhi kebutuhan air untuk berbagai jenis penggunaan yang terukur sesuai dengan jatah yang ditetapkan. 

Adapun peserta Pelatihan Perencanaan Teknis Air Tanah sebanyak 36 orang, yang berasal dari ASN Kementerian PUPR dan Dinas terkait dari Pemerintah Provinsi dan Kota/Kabupaten yang akan menjalani pelatihan dengan total 64 Jam Pelajaran (JP), sedangkan Pelatihan Teknis Hidrologi untuk Alokasi Air sebanyak 35 orang peserta dengan total 54 JP yang akan di selenggarakan mulai tanggal 7 sd 17 Februari 2022.