23 JULI 2026

|

06:13 WIB

FORENSIC ENGINEERING: ILMU DI BALIK INFRASTRUKTUR YANG AMAN

05 Juni 2026  /   BPSDM Kementerian PU       36

Bandung, 5 Juni 2026 — Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kementerian Pekerjaan Umum (PU) melalui Balai Pengembangan Kompetensi (Bapekom) PU Wilayah IV Bandung menyelenggarakan Pelatihan Identifikasi Kegagalan Bangunan (Forensic Engineering) secara distance learning pada Jumat (5/6).

Pelatihan ini merupakan bagian dari upaya strategis BPSDM dalam meningkatkan kompetensi aparatur sipil negara (ASN) dalam memahami konsep forensic engineering, mengidentifikasi kegagalan bangunan, menerapkan standar konstruksi, serta mengelola risiko sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.

Kepala Pusat Pengembangan Kompetensi (Pusbangkom) Manajemen yang diwakili oleh Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Bidang Pengembangan Kompetensi Manajemen Umum dan Konstruksi, F.X. Hermawan, dalam sambutannya menegaskan pentingnya kemampuan identifikasi kegagalan bangunan sebagai bagian dari upaya menjaga kualitas dan keamanan infrastruktur nasional.

“Kemampuan memahami potensi dan penanganan kegagalan bangunan menjadi sangat krusial agar pembangunan infrastruktur tetap berkualitas, aman, dan berkelanjutan. Oleh karena itu, para peserta tidak hanya dituntut memahami aspek teknis, tetapi juga mampu menerapkan standarisasi yang tepat dalam mengelola risiko konstruksi di lapangan,” ujarnya.

Pelatihan ini dilaksanakan pada 5–12 Juni 2026 dengan total 58 Jam Pelajaran (JP) dan diikuti oleh 30 ASN di lingkungan Kementerian PU. Proses pembelajaran dilaksanakan secara synchronous dan asynchronous melalui aplikasi Microsoft Teams dari lokasi kerja masing-masing peserta.

Materi pelatihan mencakup konsep dasar forensic engineering, identifikasi dan analisis kegagalan bangunan, penerapan standar konstruksi, serta strategi mitigasi risiko guna mendukung penyelenggaraan infrastruktur yang andal dan berkelanjutan.

Melalui pelatihan ini, BPSDM Kementerian PU terus memperkuat kapasitas ASN guna mendukung pembangunan infrastruktur yang berkualitas, aman, dan sesuai regulasi, sekaligus meminimalkan risiko kegagalan bangunan di masa mendatang.