Makassar, 3 Maret 2026 - Balai Pengembangan Kompetensi PU Wilayah VIII Makassar sukses menyelenggarakan kegiatan Penutupan Pelatihan Pengawasan Pekerjaan Konstruksi yang dilaksanakan secara daring pada Selasa (3/3). Kegiatan ini menjadi penutup rangkaian pelatihan yang telah berlangsung sejak 19 Februari hingga 3 Maret 2026 melalui metode distance learning. Pelatihan yang berlangsung selama 50 Jam Pelajaran (JP) ini dirancang untuk meningkatkan kompetensi teknis dan manajerial aparatur di bidang pengawasan pekerjaan konstruksi, sejalan dengan tuntutan profesionalisme dan akuntabilitas dalam pembangunan infrastruktur.
Dalam agenda penutupan, Kepala Balai Pengembangan Kompetensi PU Wilayah VIII Makassar - Widyanto Hendro Saputro, menyampaikan Laporan Penyelenggaraan Pelatihan. Beliau melaporkan bahwa pelatihan telah berjalan dengan baik, interaktif, dan sesuai kurikulum yang telah ditetapkan. Seluruh rangkaian materi, diskusi, evaluasi, serta ujian akhir dilaksanakan secara daring dengan optimal. Dari total peserta yang mengikuti pelatihan, sebanyak 31 orang dinyatakan LULUS setelah memenuhi seluruh persyaratan akademik dan administratif.
Sebagai bentuk apresiasi atas capaian kompetensi yang unggul, diumumkan pula 3 peserta dengan nilai terbaik dalam Pelatihan Pengawasan Pekerjaan Konstruksi tahun ini. Prestasi ini diharapkan menjadi motivasi bagi seluruh peserta untuk terus meningkatkan kapasitas dan profesionalisme dalam menjalankan tugas pengawasan di lapangan.
- Peringkat 1 : Sofyan Ramadhani, S.T., M.T. - Balai Keamanan Jembatan dan Terowongan Khusus
- Peringkat 2 : Ir. Sofridawati, S.T., M.Si. - Balai Wilayah Sungai Sumatera I Banda Aceh
- Peringkat 3 : Sulhairi, S.T., M.T. - Balai Besar Wilayah Sungai Pompengan Jeneberang
Kegiatan dilanjutkan dengan sambutan sekaligus penutupan resmi oleh Kepala Pusat Pengembangan Kompetensi Manajemen - Rudy Ridwan Effendi. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta atas komitmen dan kedisiplinan selama mengikuti pelatihan secara daring. Ia menegaskan bahwa pengawasan pekerjaan konstruksi memiliki peran strategis dalam menjamin mutu, waktu, dan biaya pembangunan infrastruktur. “Kompetensi pengawasan yang baik akan menjadi fondasi utama dalam mewujudkan pembangunan infrastruktur yang berkualitas, akuntabel, dan berkelanjutan,” ujarnya.
Dengan ditutupnya pelatihan ini secara resmi, diharapkan para peserta dapat mengimplementasikan ilmu dan keterampilan yang telah diperoleh dalam pelaksanaan tugas di unit kerja masing-masing. Balai Pengembangan Kompetensi PU Wilayah VIII Makassar terus berkomitmen menghadirkan program pelatihan berbasis kompetensi yang adaptif terhadap perkembangan teknologi dan kebutuhan sektor konstruksi nasional.
(iNdRo)
![]() |
![]() |
![]() |
![]() |
![]() |
![]() |
![]() |
![]() |











