Perkuat Kompetensi ASN, Pelatihan Manajemen Konstruksi Resmi Dibuka
Bandung, 26 Januari 2026 – Kementerian Pekerjaan Umum melalui Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) secara resmi membuka Pelatihan Manajemen Konstruksi sebagai upaya strategis dalam meningkatkan ASN di bidang pengelolaan proyek infrastruktur. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Balai Pengembangan Kompetensi PU Wilayah IV Bandung selama 13 hari sejak tanggal
26 Januari – 11 Februari 2026.
Pelatihan Manajemen Konstruksi diikuti oleh 34 peserta yang berasal dari ASN di lingkungan Kementerian Pekerjaan Umum. Pelatihan dilaksanakan dengan metode distance learning melalui mekanisme pembelajaran synchronous dan asynchronous dengan jumlah pelajaran keseluruhan sebanyak 49 Jam Pelajaran.
Dalam sambutan pembukaan, Kepala Pusat Pengembangan Kompetensi Manajemen yang diwakili Plt. Kepala Bidang Pengembangan Kompetensi Manajemen Umum dan Konstruksi, Fransiscus Xaverius Hermawan Kusumartono, menyampaikan bahwa tantangan penyelenggaraan pembangunan infrastruktur saat ini semakin kompleks, mulai dari keterbatasan sumber daya, dinamika regulasi, hingga tuntutan akuntabilitas publik yang semakin tinggi. Kondisi tersebut menuntut penguatan kapasitas SDM melalui peningkatan kompetensi di bidang manajemen konstruksi menjadi kebutuhan yang sangat mendesak.
Foto: Tangkapan Layar Foto Bersama Peserta Pelatihan Manajemen Konstruksi
Pengembangan kompetensi ASN melalui pelatihan ini sejalan dengan amanat Undang-Undang Nomor 20 tahun 2023 tentang Aparatur Sipil Negara, yang menegaskan kewajiban ASN untuk terus meningkatkan kompetensi secara berkelanjutan dan mengacu pada berbagai regulasi di bidang jasa konstruksi, termasuk Undang-Undang Nomor 2 Tahunn 2017 tentang Jasa Konstruksi beserta peraturan pelaksanaannya.
Pelatihan Manajemen Konstruksi bertujuan untuk membekali peserta dengan pengetahuan dan keterampilan dalam menerapkan kaidah manajemen konstruksi secara komprehensif, guna menghasilkan proyek konstruksi yang tepat waktu, biaya, kualitas, aman dan selamat. Materi pelatihan mencakup sembilan kompetensi inti, diantaranya manajemen perencanaan, tahapan pelaksanaan pekerjaan konstruksi, performa konstruksi, manajemen waktu, biaya, dan kualitas konstruksi, manajemen sumber daya, komunikasi dan stakeholder konstruksi, serta manajemen risiko dan mitigasi konstruksi.
Kepala Balai Pengembangan Kompetensi PU Wilayah IV Bandung menyampaikan bahwa pelatihan ini diharapkan dapat meningkatkan profesionalisme ASN dalam pengelolaan proyek infrastruktur serta memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan kinerja organisasi dan kualitas pelayanan publik.
Pelatihan ini didukung oleh para pengajar dari unsur Widyaiswara, Pejabat Struktural dan Pejabat Fungsional di lingkungan Kementerian Pekerjaan Umum yang memiliki kompetensi dan pengalaman di bidang manajemen konstruksi.
Kegiatan ini menjadi bukti komitmen Kementerian Pekerjaan Umum dalam memperkuat kapasitas sumber daya manusia sebagai fondasi utama untuk mewujudkan pembangunan infrastruktur nasional yang andal, berkelanjutan, dan berintegritas.