20 APRIL 2026

|

22:27 WIB

SINERGI PENDIDIKAN UNTUK INFRASTRUKTUR BERKELANJUTAN: KEMENTERIAN PU DAN ITB TEKEN KERJA SAMA PROGRAM MAGISTER SUPER SPESIALIS

05 Maret 2026  /   BPSDM Kementerian PU       173

Bandung, 5 Maret 2026 — Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kementerian Pekerjaan Umum (PU) melalui Pusat Pengembangan Kompetensi Sumber Daya Air, Cipta Karya, dan Prasarana Strategis (Pusbangkom SDACKPS) bersama Institut Teknologi Bandung (ITB) melaksanakan Penandatanganan Pokok Perjanjian (Kontrak) dan Naskah Kesepakatan Kerja Sama Program Magister Super Spesialis (MSS) Semester IV (on going) Angkatan V Tahun 2024. Kegiatan ini berlangsung di Ruang Senat Fakultas Teknik Sipil dan Lingkungan (FTSL) ITB, Bandung, Kamis (5/3).

Program Magister Super Spesialis merupakan salah satu upaya Kementerian PU dalam meningkatkan kapasitas dan kompetensi Aparatur Sipil Negara (ASN), khususnya di bidang sumber daya air. Program ini diselenggarakan melalui kerja sama strategis antara Kementerian PU dan ITB dengan fokus pada penguatan keahlian di bidang rekayasa dan pengendalian morfologi sungai.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Dekan Fakultas Teknik Sipil dan Lingkungan ITB Nita Yuanita, Ketua Program Studi Magister Pengelolaan Sumber Daya Air ITB Ana Nurganah Chaidar, Penanggung Jawab Bidang Keuangan Program Studi MPSDA ITB Arno Adi Kuntoro, serta Kepala Pusat Pengembangan Kompetensi Sumber Daya Air, Cipta Karya, dan Prasarana Strategis BPSDM Kementerian PU Doedoeng Zenal Arifin.

Dalam sambutannya, Doedoeng menekankan pentingnya kedisiplinan dan komitmen peserta dalam menjalani program pendidikan tersebut. Menurutnya, program ini merupakan bentuk investasi negara dalam pengembangan kompetensi ASN di lingkungan Kementerian PU.

“Program pendidikan ini merupakan bentuk investasi negara dalam meningkatkan kompetensi Aparatur Sipil Negara di lingkungan Kementerian Pekerjaan Umum. Oleh karena itu, para peserta diharapkan dapat mengikuti seluruh proses pembelajaran dengan komitmen, manajemen waktu yang baik, serta tanggung jawab penuh agar dapat menyelesaikan studi tepat waktu,” ujar Doedoeng.

Ia juga berharap para karyasiswa Program MSS dapat memperdalam keahlian di bidang rekayasa dan pengendalian morfologi sungai sehingga mampu memberikan kontribusi nyata dalam perencanaan, pembangunan, serta pengelolaan infrastruktur sumber daya air yang efektif dan berkelanjutan.

Melalui kerja sama ini, diharapkan terjalin sinergi yang semakin kuat antara dunia akademik dan pemerintah dalam mendukung pengembangan sumber daya manusia yang unggul di sektor infrastruktur. BPSDM Kementerian PU juga berkomitmen untuk terus mendorong peningkatan kompetensi ASN melalui berbagai program pendidikan dan pelatihan, guna mendukung pembangunan infrastruktur yang andal, berkelanjutan, serta memberikan manfaat optimal bagi masyarakat.