05 SEPTEMBER 2026

|

16:04 WIB

PERKUAT MANAJEMEN RISIKO, PUSBANGKOM MANAJEMEN DORONG LAYANAN PUBLIK LEBIH ANDAL DAN AKUNTABEL

17 April 2026  /   BPSDM Kementerian PU       55

Jakarta, 17 April 2026 — Pusat Pengembangan Kompetensi (Pusbangkom) Manajemen memperkuat penerapan manajemen risiko melalui Internal Sharing Session Volume 8 bertema “Risk Insight: Kenali, Pahami, dan Kendalikan”. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh pegawai sebagai bagian dari upaya membangun budaya sadar risiko di lingkungan organisasi.

Kegiatan ini menjadi forum strategis untuk meningkatkan pemahaman bersama bahwa manajemen risiko bukan sekadar kewajiban administratif, melainkan instrumen penting dalam menjaga kualitas kinerja dan keberlanjutan organisasi.

Materi disampaikan oleh Nadya Purnamasari yang mengulas konsep dan praktik manajemen risiko secara komprehensif, mulai dari identifikasi, analisis, hingga pengendalian risiko. Dalam paparannya, disampaikan bahwa risiko tidak hanya muncul pada tahap perencanaan, tetapi juga dari kejadian nyata yang terdokumentasi dalam Loss Event Database (LED) sebagai sumber pembelajaran organisasi.

Kepala Pusbangkom Manajemen, Rudy Ridwan Effendi, dalam arahannya menegaskan bahwa pengelolaan risiko harus dilakukan secara berkelanjutan dan berbasis pembelajaran.

“Profil risiko tidak boleh bersifat statis. Temuan audit harus ditindaklanjuti dan diintegrasikan sebagai bagian dari penguatan sistem pengendalian organisasi,” ujarnya.

Ia juga menyoroti perlunya perubahan pola pikir dalam memandang manajemen risiko. Menurutnya, risiko harus dipahami sebagai alat untuk melindungi nilai organisasi dan memastikan setiap program berjalan sesuai tujuan, bukan sekadar beban administratif.

Melalui kegiatan ini, pegawai didorong untuk mampu mengidentifikasi risiko secara lebih selektif dan relevan, sehingga pengelolaannya dapat dilakukan secara efektif dan berdampak.

Penguatan manajemen risiko diharapkan mampu meningkatkan kualitas proses bisnis internal, meminimalkan kesalahan administratif, serta mengurangi potensi keterlambatan dan temuan audit. Proses kerja yang lebih tertib dan terukur ini menjadi fondasi dalam meningkatkan kinerja organisasi secara keseluruhan.

Pada akhirnya, penguatan tata kelola risiko akan bermuara pada peningkatan kualitas layanan publik yang lebih tepat waktu, konsisten, dan akuntabel, serta mendukung penggunaan anggaran yang lebih efisien dan tepat sasaran.

Melalui kegiatan ini, Pusbangkom Manajemen menegaskan komitmennya dalam membangun budaya organisasi yang adaptif, berbasis risiko, dan berorientasi pada kinerja berkelanjutan.