15 AGUSTUS 2026

|

15:26 WIB

KURIKULUM BERKUALITAS JADI FONDASI PENGEMBANGAN KOMPETENSI ASN YANG LEBIH BERDAMPAK

15 Juli 2026  /   BPSDM Kementerian PU       95

Jakarta, 15 Juli 2026 – Pengembangan kompetensi ASN yang berkualitas tidak dimulai ketika pelatihan berlangsung, tetapi sejak kurikulum dan modul pembelajaran dirancang. Kurikulum yang relevan dengan kebutuhan organisasi dan tuntutan pekerjaan menjadi fondasi agar proses pembelajaran benar-benar mampu meningkatkan kompetensi, memperkuat kinerja, dan pada akhirnya mendukung pelayanan publik yang semakin berkualitas.

Sebagai bagian dari upaya tersebut, Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kementerian Pekerjaan Umum (PU) melalui Balai Pengembangan Kompetensi (Bapekom) PU Wilayah III Jakarta menyelenggarakan Pelatihan Penyusunan Kurikulum dan Modul yang diikuti oleh 28 Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Kementerian PU.

Pelatihan ini dirancang untuk memperkuat kemampuan peserta dalam menyusun kurikulum dan modul pembelajaran yang selaras dengan standar kompetensi, kebutuhan organisasi, serta perkembangan metode pembelajaran. Dengan perencanaan pembelajaran yang tepat, setiap program pengembangan kompetensi diharapkan tidak sekadar menghasilkan penyelesaian pelatihan, tetapi mampu mendorong perubahan pengetahuan, keterampilan, dan perilaku yang relevan dengan kebutuhan pekerjaan.

Selama lebih dari satu bulan, peserta mempelajari proses penyusunan kurikulum dan modul secara sistematis, mulai dari menerjemahkan kebutuhan kompetensi ke dalam tujuan pembelajaran hingga merancang materi dan pengalaman belajar yang mendukung pencapaian kompetensi. Setelah menyelesaikan seluruh rangkaian pembelajaran dan evaluasi, seluruh peserta dinyatakan lulus.

Plt. Kepala Bidang Pengembangan Kompetensi Manajemen Umum dan Konstruksi, F.X. Hermawan Kusumartono, menegaskan bahwa penyusunan kurikulum tidak boleh dipandang sebagai pekerjaan administratif semata. Kurikulum merupakan instrumen strategis yang menentukan arah dan kualitas pembelajaran sehingga perlu terus dievaluasi dan disempurnakan sesuai dengan perkembangan kebutuhan organisasi.

“Kualitas tidak lahir dari pekerjaan yang selesai sekali jadi. Kurikulum dan modul harus terus dievaluasi dan disempurnakan agar mampu menghasilkan pembelajaran yang relevan dan berdampak,” tegas Hermawan.

Menurutnya, kurikulum dan modul yang berkualitas harus mampu menjembatani kebutuhan kompetensi dengan proses pembelajaran yang tepat. Karena itu, penyusun kurikulum memiliki peran penting dalam memastikan investasi organisasi dalam pengembangan kompetensi benar-benar menghasilkan peningkatan kapasitas dan kinerja ASN.

Berdasarkan hasil evaluasi, lima peserta memperoleh capaian akademik terbaik, yaitu:

  1. Gede Budi Suprayoga – Direktorat Bina Teknik Jalan dan Jembatan, Direktorat Jenderal Bina Marga;
  2. Rahmat Afandy Soleman – Pusat Pengembangan Kompetensi Manajemen;
  3. Ambarwati – Pusat Pengembangan Kompetensi Manajemen;
  4. Mutia Annisya Ismidari – Pusat Pengembangan Kompetensi Sumber Daya Air, Cipta Karya, dan Prasarana Strategis; dan
  5. Rudy Ridwan Effendi – Pusat Pengembangan Kompetensi Manajemen.

Mewakili peserta, Gede Budi Suprayoga menyampaikan bahwa pelatihan memberikan pemahaman bahwa penyusunan kurikulum bukan sekadar proses menghasilkan dokumen, tetapi merancang perjalanan belajar yang mampu mengantarkan peserta mencapai kompetensi yang dibutuhkan.

“Pelatihan ini bukan sekadar belajar menyusun kurikulum dan menulis modul. Kami belajar bahwa kurikulum merupakan rancangan pembelajaran yang harus mampu mengantarkan peserta mencapai kompetensi yang diharapkan,” ujarnya.

Keberagaman latar belakang peserta juga menjadi ruang untuk bertukar pengalaman dan memperkaya perspektif dalam merancang pembelajaran yang lebih relevan dengan kebutuhan berbagai bidang pekerjaan di lingkungan Kementerian PU.

Bagi BPSDM Kementerian PU, penguatan kompetensi penyusun kurikulum merupakan bagian penting dalam membangun ekosistem pembelajaran yang semakin berkualitas. Kurikulum yang dirancang secara sistematis dan berbasis kebutuhan akan menghasilkan program pengembangan kompetensi yang lebih relevan, efektif, dan terarah dalam mendukung pencapaian kinerja organisasi.

Melalui pelatihan ini, BPSDM Kementerian PU terus memperkuat fondasi pengembangan kompetensi ASN agar setiap proses pembelajaran tidak berhenti pada penyampaian materi, tetapi mampu menghasilkan perubahan kompetensi yang dapat diterapkan dalam pekerjaan. Dengan ASN yang semakin kompeten, adaptif, dan profesional, pengembangan sumber daya manusia diharapkan dapat memberikan kontribusi yang lebih nyata terhadap kualitas penyelenggaraan pembangunan infrastruktur dan pelayanan publik kepada masyarakat.h