15 JUNI 2026

|

13:42 WIB

KEMENTERIAN PU DUKUNG GENERASI MUDA TINGKATKAN KOMPETENSI PADA GEMA PEMUDA 2026

30 Mei 2026  /   BPSDM Kementerian PU       273

Jakarta, 30 Mei 2026 – Mewakili Menteri Pekerjaan Umum, Sekretaris Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kementerian PU, Lina Anggraini, menghadiri sekaligus menyampaikan sambutan pada pembukaan kegiatan Gema Pemuda 2026 yang diselenggarakan oleh Ikatan Ketua Pejuang Perempuan Indonesia (IKPPI) di Lapangan Banteng, Jakarta, Jumat (30/05). Kegiatan yang mengusung semangat kebangsaan dan pemberdayaan generasi muda ini menjadi ruang kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, komunitas, dan pemuda untuk memperkuat kapasitas serta membuka peluang berkarya bagi generasi muda Indonesia.

Dalam sambutannya, Lina menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya Gema Pemuda 2026 yang mempertemukan semangat kebangsaan, gagasan, dan keberanian generasi muda untuk mengambil peran nyata dalam pembangunan Indonesia. Menurutnya, seratus tahun setelah Kongres Pemuda 1926, tantangan generasi muda tidak lagi hanya soal menjaga identitas bangsa, tetapi juga bagaimana menghadirkan karya nyata yang memberi manfaat bagi masyarakat dan mendukung kemajuan Indonesia.

Lina menjelaskan bahwa pembangunan infrastruktur yang terus dilakukan pemerintah membutuhkan dukungan sumber daya manusia yang unggul dan kompeten. Di balik pembangunan jalan, bendungan, sistem irigasi, maupun berbagai infrastruktur strategis lainnya, terdapat peran tenaga-tenaga terampil yang menjadi kunci terwujudnya pembangunan yang berkualitas dan berkelanjutan. Karena itu, generasi muda memiliki peluang besar untuk berkontribusi melalui peningkatan kompetensi dan keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan pembangunan.

Lebih lanjut, Lina menyampaikan bahwa sektor konstruksi saat ini menjadi salah satu sektor yang menyediakan peluang kerja besar bagi generasi muda. Namun, kebutuhan tenaga kerja yang kompeten dan tersertifikasi masih terus meningkat. Kondisi tersebut menjadi peluang strategis bagi generasi muda untuk meningkatkan keterampilan dan memperoleh sertifikasi kompetensi sebagai bekal memasuki dunia kerja sekaligus berkontribusi dalam pembangunan nasional.

Menurut Lina, sertifikasi kompetensi tidak hanya menjadi bentuk pengakuan atas kemampuan seseorang, tetapi juga membuka akses terhadap peluang kerja yang lebih baik dan meningkatkan daya saing tenaga kerja Indonesia.

“Dengan kompetensi yang tepat, generasi muda dapat menjadi bagian dari solusi pembangunan, menghadirkan infrastruktur yang bermanfaat bagi masyarakat, sekaligus memperkuat pertumbuhan ekonomi nasional,” ujarnya.

Pada kesempatan tersebut, Lina juga menekankan pentingnya kesetaraan kesempatan bagi seluruh generasi muda, baik laki-laki maupun perempuan, untuk berkiprah dalam berbagai bidang pembangunan, termasuk sektor konstruksi. Menurutnya, pembangunan Indonesia membutuhkan seluruh talenta terbaik bangsa tanpa memandang gender, sehingga setiap anak muda perlu diberikan ruang yang sama untuk belajar, berkembang, dan meraih kesempatan terbaik.

BPSDM Kementerian PU, lanjut Lina, terus berkomitmen memperkuat kapasitas sumber daya manusia sektor pekerjaan umum melalui berbagai program pelatihan, sertifikasi, dan pengembangan kompetensi yang adaptif terhadap kebutuhan pembangunan. Investasi pada manusia menjadi fondasi penting untuk memastikan pembangunan tidak hanya menghasilkan infrastruktur yang kuat, tetapi juga melahirkan generasi unggul yang siap membawa Indonesia melangkah lebih maju.

Menutup sambutannya, Lina mengajak generasi muda Indonesia untuk terus belajar, meningkatkan kompetensi, dan berani mengambil peluang.

“Masa depan Indonesia tidak hanya ditentukan oleh siapa yang bermimpi besar, tetapi juga oleh siapa yang mau turun tangan, bekerja sungguh-sungguh, dan menghasilkan karya nyata untuk bangsanya,” ujarnya.

Gema Pemuda 2026 diselenggarakan pada 30 Mei hingga 1 Juni 2026 di Lapangan Banteng, Jakarta, dan diikuti sekitar 5.000 peserta dari berbagai daerah. Kegiatan ini menghadirkan beragam agenda edukatif, pameran, diskusi, serta kolaborasi lintas sektor yang bertujuan membangun ekosistem yang menghubungkan pemuda, UMKM, komunitas, dan pemerintah. Melalui kegiatan ini, diharapkan terbangun sinergi yang semakin kuat antara pemerintah dan generasi muda dalam mewujudkan Indonesia yang maju, mandiri, dan berdaya saing.