14 MEI 2026

|

13:12 WIB

HADAPI KEMARAU EKSTREM 2026, BPSDM PU ANGKAT STRATEGI KETAHANAN AIR DALAM KLOP TALKSHOW

15 April 2026  /   BPSDM Kementerian PU       117

Bandung, 15 April 2026 — Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kementerian Pekerjaan Umum (PU) melalui Pusat Pengembangan Kompetensi Sumber Daya Air, Cipta Karya, dan Prasarana Strategis menyelenggarakan KLOP Talkshow Episode 72 bertajuk “Tirta Bicara: Strategi Menghadapi Kemarau Ekstrem 2026”.

Kegiatan ini diikuti oleh 3.722 peserta dari berbagai kalangan, mulai dari ASN Kementerian PU, pemerintah daerah, akademisi, mahasiswa, hingga masyarakat umum, sebagai bagian dari upaya penguatan literasi dan kesiapsiagaan menghadapi risiko kekeringan.

Talkshow menghadirkan Kepala Pusat Pengembangan Kompetensi Sumber Daya Air, Doedoeng Zenal Arifin, serta Plt. Kepala Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citarum yang diwakili oleh Plt. Kepala Bidang Operasi dan Pemeliharaan, Zulfi Fakhroni.

Dalam pemaparannya, Zulfi menjelaskan bahwa berdasarkan proyeksi BMKG, kemarau 2026 diperkirakan datang lebih awal, berlangsung lebih lama, dan memiliki tingkat kekeringan yang lebih tinggi. Kondisi ini berpotensi memengaruhi ketersediaan air untuk sektor pertanian, air baku, hingga kebutuhan domestik masyarakat.

Untuk mengantisipasi hal tersebut, Kementerian PU melalui BBWS Citarum telah menyiapkan berbagai langkah strategis, baik struktural maupun nonstruktural. Upaya tersebut meliputi optimalisasi bendungan, embung, dan jaringan irigasi, pengaturan distribusi air berbasis sistem giliran, hingga penyesuaian pola tanam.

Selain itu, penguatan kolaborasi lintas sektor dengan pemerintah daerah, Kementerian Pertanian, serta pemangku kepentingan lainnya menjadi kunci dalam memastikan distribusi air tetap adil dan efisien.

“Langkah antisipatif telah dimulai sejak akhir musim hujan melalui optimalisasi tampungan air dan penguatan koordinasi lintas sektor, sehingga kebutuhan air tetap dapat terpenuhi saat puncak kemarau,” ujar Zulfi.

Sementara itu, Doedoeng menekankan bahwa penguatan kapasitas sumber daya manusia menjadi faktor krusial dalam menghadapi tantangan perubahan iklim. Selain penguasaan teknis, pemanfaatan kearifan lokal juga dinilai penting dalam mendukung pengelolaan sumber daya air yang adaptif dan berkelanjutan.

Melalui forum ini, BPSDM PU mendorong peningkatan kesiapsiagaan serta sinergi lintas pemangku kepentingan dalam menjaga ketahanan air nasional, khususnya dalam menghadapi potensi kemarau ekstrem 2026.