05 SEPTEMBER 2026

|

15:57 WIB

BENTUK KARAKTER DAN JIWA KEBANGSAAN GENERASI INFRASTRUKTUR, MAHASISWA BARU PUTECH IKUTI LATSAR KEDISIPLINAN DAN BELA NEGARA

06 Agustus 2026  /   BPSDM Kementerian PU       82

Magelang – Sebanyak 435 mahasiswa baru Politeknik Pekerjaan Umum (PUtech) Tahun Akademik 2026/2027 mengikuti Latihan Dasar Kedisiplinan dan Bela Negara (Latsar KDBN) yang diselenggarakan selama tujuh hari, pada 2–8 Agustus 2026, di Dodik Bela Negara Rindam IV/Diponegoro, Magelang, Jawa Tengah. 

Kegiatan ini merupakan bagian dari pembentukan karakter mahasiswa baru sebagai bekal menjalani pendidikan vokasi sekaligus mempersiapkan diri menjadi tenaga profesional di bidang infrastruktur. Melalui program ini, mahasiswa dibekali nilai-nilai kedisiplinan, integritas, kepemimpinan, semangat kebangsaan, dan bela negara. 

Rangkaian kegiatan diawali dengan pelepasan peserta di Auditorium Soejono Sosrodarsono, Kampus II PUtech Semarang, sebelum diberangkatkan menuju Dodik Bela Negara Rindam IV/Diponegoro. Upacara pembukaan dipimpin oleh Kolonel Inf. Hendhi Yustian D.S., S.I.P., Wakil Komandan Rindam IV/Diponegoro, serta dihadiri Direktur dan Wakil Direktur Politeknik Pekerjaan Umum beserta jajaran pimpinan dan staf. 

Dalam amanatnya, Kolonel Hendhi mengajak mahasiswa menumbuhkan kecintaan kepada tanah air, mengamalkan nilai-nilai Pancasila melalui kedisiplinan dan etos belajar, serta memperkuat ketahanan diri agar tidak mudah terpengaruh paham yang bertentangan dengan nilai-nilai kebangsaan. 

Direktur Politeknik Pekerjaan Umum, Brawijaya, menegaskan bahwa Latsar KDBN merupakan bagian dari komitmen PUtech dalam mencetak lulusan yang tidak hanya unggul secara kompetensi, tetapi juga berkarakter kuat. 

"Pelatihan Bela Negara selama satu minggu ini merupakan bagian dari upaya kita membentuk mahasiswa, sekaligus nantinya menjadi lulusan dan alumni tenaga kerja konstruksi yang tangguh, unggul, dan berintegritas. Profesionalisme juga ditunjukkan melalui kedisiplinan yang menjadi bekal penting dalam dunia kerja," ujarnya.

Wakil Direktur I Bidang Akademik, Syamsul Bahri, menjelaskan bahwa Latsar KDBN merupakan program wajib bagi seluruh mahasiswa baru PUtech. 

"Latsar Kedisiplinan dan Bela Negara wajib diikuti seluruh mahasiswa baru. Salah satu persyaratan kelulusan di PUtech adalah mahasiswa harus memiliki Sertifikat Bela Negara," jelasnya.

Sementara itu, Wakil Direktur II Bidang Administrasi Umum, Iriandi Azwartika, menegaskan bahwa kedisiplinan telah menjadi budaya yang melekat sejak Politeknik PU didirikan. 

"Integritas diwujudkan melalui kedisiplinan. Sebagaimana pondasi yang kokoh menjadi dasar sebuah konstruksi, kedisiplinan juga menjadi pondasi dalam membentuk karakter lulusan yang tangguh, unggul, dan berintegritas," tuturnya. 

Selama pelaksanaan Latsar, mahasiswa memperoleh materi Peraturan Baris-Berbaris (PBB), Peraturan Penghormatan Militer (PPM), Peraturan Urusan Dinas Dalam (PUDD), wawasan kebangsaan, nilai-nilai Bela Negara, bahaya radikalisme, implementasi Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2019 tentang Pengelolaan Sumber Daya Nasional untuk Pertahanan Negara, hingga ilmu medan. 

Selain pembelajaran di kelas, peserta juga mengikuti berbagai latihan yang mengasah fisik, mental, kepemimpinan, dan kerja sama tim, seperti tata upacara sipil, outbound, survival, Caraka Malam, serta pembekalan pencegahan penyalahgunaan narkoba sebelum mengikuti Apel Siaga Bela Negara dan upacara penutupan. 

Salah satu pemateri, Kapten Inf. Suwarno, menegaskan bahwa bela negara di era modern dapat diwujudkan melalui prestasi, karya nyata, dan penguasaan kompetensi. 

"Bela negara tidak selalu diwujudkan dengan mengangkat senjata. Bagi mahasiswa, bela negara diwujudkan melalui semangat belajar, prestasi, dan kompetensi yang nantinya menjadi bekal untuk mengabdi kepada bangsa sesuai bidang keahlian yang dimiliki," ungkapnya. 

Melalui penyelenggaraan Latsar KDBN, Politeknik Pekerjaan Umum berharap seluruh mahasiswa baru memiliki karakter disiplin, tangguh, dan berintegritas sebagai pondasi untuk menjadi lulusan vokasi yang profesional serta mampu berkontribusi dalam pembangunan infrastruktur Indonesia yang andal, bermanfaat, dan berkelanjutan.