15 AGUSTUS 2026

|

16:46 WIB

34 PESERTA TUNTASKAN PELATIHAN PERENCANAAN DRAINASE, PERKUAT KAPASITAS WUJUDKAN KOTA LEBIH TANGGUH TERHADAP BANJIR

15 Juli 2026  /   BPSDM Kementerian PU       111

Makassar, 15 Juli 2026 – Sistem drainase yang direncanakan dengan baik menjadi salah satu faktor penting dalam mengurangi risiko genangan dan banjir sekaligus meningkatkan ketahanan kawasan perkotaan terhadap dampak perubahan iklim. Untuk mewujudkannya, diperlukan sumber daya manusia yang mampu merencanakan sistem drainase secara komprehensif, terintegrasi, dan berkelanjutan.

Sebagai bagian dari upaya tersebut, Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kementerian Pekerjaan Umum (PU) melalui Balai Pengembangan Kompetensi (Bapekom) PU Wilayah VIII Makassar menuntaskan Pelatihan Perencanaan Drainase Perkotaan yang diselenggarakan secara blended learning pada 30 Juni–15 Juli 2026. Pelatihan ini diikuti oleh 34 peserta yang berasal dari Kementerian PU dan pemerintah daerah. Setelah menyelesaikan pembelajaran selama 57 Jam Pelajaran (JP), seluruh peserta dinyatakan lulus.

Penguatan kompetensi di bidang perencanaan drainase semakin penting seiring dengan kompleksitas persoalan perkotaan. Peningkatan intensitas hujan, perubahan tata guna lahan, sedimentasi, serta kapasitas saluran yang tidak lagi memadai dapat meningkatkan risiko genangan dan banjir. Kondisi tersebut membutuhkan perencanaan drainase yang tidak hanya mampu menjawab kebutuhan saat ini, tetapi juga adaptif terhadap perkembangan kawasan dan memperhatikan keberlanjutan lingkungan.

Selama pelatihan, peserta dibekali kompetensi mengenai kebijakan dan pengelolaan drainase, hidrologi, hidraulika dan bangunan air, penyusunan rencana anggaran biaya, pemodelan sistem drainase perkotaan, hingga penyelesaian studi kasus perencanaan jaringan drainase. Pembelajaran tersebut dirancang untuk memperkuat kemampuan peserta dalam menyusun perencanaan infrastruktur drainase yang efektif dan sesuai dengan karakteristik serta kebutuhan wilayah.

Kepala Pusat Pengembangan Kompetensi Sumber Daya Air, Cipta Karya, dan Prasarana Strategis, Doedoeng Zenal Arifin, menegaskan bahwa pengembangan kompetensi merupakan bagian penting dalam menyiapkan SDM yang mampu menjawab tantangan pembangunan infrastruktur yang semakin kompleks.

“Pelatihan ini bukan sekadar kegiatan peningkatan kapasitas, tetapi merupakan bagian dari upaya strategis dalam memperkuat peran SDM PU dalam menjawab tantangan pembangunan nasional,” ujar Doedoeng.

Ia mendorong peserta untuk menerapkan kompetensi yang diperoleh di unit kerja masing-masing, berbagi pengetahuan dengan rekan kerja, serta mengembangkan inovasi dalam perencanaan drainase. Dengan demikian, manfaat pelatihan tidak berhenti pada peningkatan kompetensi individu, tetapi dapat memberikan dampak yang lebih luas terhadap peningkatan kualitas perencanaan dan tata kelola infrastruktur perkotaan.

Berdasarkan hasil evaluasi akhir, seluruh peserta dinyatakan lulus, dengan 29 peserta memperoleh predikat Memuaskan dan lima peserta memperoleh predikat Baik Sekali. Adapun tiga peserta terbaik Pelatihan Perencanaan Drainase Perkotaan Tahun 2026 adalah:

1. Hannah Nuril Layaliya – Balai Wilayah Sungai Sulawesi IV Kendari;

2. Anak Agung Gede Supradnyana – Balai Wilayah Sungai Sulawesi IV Kendari; dan

3. Tri Sandi Manalu – Balai Besar Wilayah Sungai Pompengan Jeneberang.

Melalui pelatihan ini, BPSDM Kementerian PU terus memperkuat kompetensi aparatur di bidang perencanaan drainase perkotaan sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas penyelenggaraan infrastruktur. Kompetensi yang diperoleh para peserta diharapkan dapat diterapkan untuk menghasilkan sistem drainase yang lebih andal dan adaptif, mengurangi risiko genangan dan banjir, serta mendukung terwujudnya kawasan perkotaan yang lebih aman, tangguh, dan berkelanjutan bagi masyarakat.