16 JULI 2026

|

16:46 WIB

2.794 ASN ANTUSIAS IKUTI WEBINAR AI BPSDM PU UNTUK DORONG TRANSFORMASI DIGITAL

06 Mei 2026  /   BPSDM Kementerian PU       323

Jakarta, 6 Mei 2026 – Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kementerian Pekerjaan Umum (PU) bekerja sama dengan Binar Academy menyelenggarakan webinar bertajuk “Peran Artificial Intelligence (AI) dalam Transformasi Digital di Kementerian Pekerjaan Umum” sebagai bagian dari upaya strategis memperkuat kompetensi digital Aparatur Sipil Negara (ASN) di era transformasi teknologi.

Kegiatan yang dilaksanakan secara daring ini diikuti oleh 2.794 peserta dari berbagai unit organisasi di lingkungan Kementerian PU. Tingginya partisipasi tersebut mencerminkan meningkatnya kesadaran dan antusiasme ASN terhadap pemanfaatan teknologi kecerdasan artifisial untuk mendukung peningkatan kinerja organisasi dan pelayanan publik.

Kepala BPSDM Kementerian PU, Bisma Staniarto, dalam sambutan pembukaannya menegaskan bahwa transformasi digital bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan yang harus direspons secara adaptif oleh seluruh ASN.

“Sebagai instansi strategis dalam pembangunan infrastruktur nasional, Kementerian Pekerjaan Umum dituntut untuk terus beradaptasi dengan perkembangan teknologi guna meningkatkan efektivitas, efisiensi, serta kualitas pelayanan publik. Pemanfaatan AI tidak hanya mendukung pengambilan keputusan berbasis data, tetapi juga membuka peluang inovasi dalam berbagai proses kerja,” ujar Bisma.

Webinar ini juga menjadi bagian dari implementasi program GARUDA AI for Microsoft Elevate, sebuah inisiatif nasional yang bertujuan meningkatkan literasi dan keterampilan AI bagi ASN di seluruh Indonesia. Program tersebut menargetkan lebih dari 145.000 ASN dan 5.000 AI Policy Makers hingga tahun 2026 sebagai bagian dari penguatan birokrasi digital yang lebih efisien, transparan, dan inovatif.

Sebagai National Implementation Partner, Binar Academy berperan dalam pengembangan kurikulum, pelatihan fasilitator, hingga penyelenggaraan pembelajaran berbasis teknologi Microsoft. Kolaborasi ini menjadi langkah konkret dalam membangun ekosistem pengembangan kompetensi digital ASN lintas instansi dan daerah.

Co-Founder Binar Academy, Dita Aisyah, menyampaikan bahwa AI perlu dipandang sebagai alat strategis untuk meningkatkan produktivitas kerja ASN, bukan sebagai ancaman terhadap peran manusia.

“Melalui program ini, kami berharap ASN mampu memahami, mempraktikkan, dan mengintegrasikan AI dalam tugas sehari-hari sehingga dapat menjadi bagian dari transformasi digital nasional yang berdampak nyata bagi masyarakat,” ungkap Dita.

Dalam sesi materi, narasumber dari Pusat Data dan Teknologi Informasi Kementerian PU, Jimmy Segers, menekankan bahwa integrasi data menjadi fondasi utama dalam implementasi AI di sektor pemerintahan.

“AI tidak akan optimal tanpa data yang terintegrasi, valid, dan berkualitas. Transformasi digital harus dimulai dari penguatan ekosistem data yang solid, disertai perubahan budaya kerja dan kolaborasi lintas unit organisasi,” jelasnya.

Sementara itu, narasumber dari Binar Academy, Tyas Suci, memaparkan implementasi praktis AI dalam mendukung efisiensi pekerjaan, mulai dari analisis data, otomasi proses administratif, hingga optimalisasi pengambilan keputusan berbasis informasi. Peserta juga diperkenalkan pada penggunaan teknologi AI generatif, termasuk pemanfaatan Copilot untuk menunjang produktivitas kerja sehari-hari.

Selain aspek teknis, webinar ini turut menekankan pentingnya etika dalam pemanfaatan AI di lingkungan pemerintahan. Tiga prinsip utama yang menjadi perhatian meliputi keamanan, tanggung jawab, dan akuntabilitas. ASN didorong untuk memastikan perlindungan data, melakukan verifikasi terhadap output AI, serta menjaga transparansi dan kepatuhan terhadap regulasi yang berlaku.

Sebagai tindak lanjut, peserta juga memperoleh akses ke platform pembelajaran mandiri Garuda AI Elevate yang menyediakan berbagai modul pengembangan kompetensi digital secara berkelanjutan.

Melalui kegiatan ini, BPSDM Kementerian PU menegaskan komitmennya dalam menyiapkan SDM unggul yang adaptif terhadap perkembangan teknologi. Pemanfaatan AI secara bijak, kritis, dan bertanggung jawab diharapkan mampu mendorong lahirnya inovasi digital yang memperkuat tata kelola pemerintahan yang lebih cerdas, efektif, dan responsif, sekaligus mendukung percepatan pembangunan infrastruktur nasional berbasis teknologi.