11-Apr-21 |
/ Berita / Wujudkan Visium 2030 Melalui Pelatihan Preservasi Jalan1

Wujudkan Visium 2030 melalui Pelatihan Preservasi Jalan

Senin , 01 Maret 2021 55

Banjarmasin, 1 Maret 2021 – Dalam upaya mempersiapkan Aparatur Sipil Negara (ASN) yang unggul dalam bidang ke-Bina Marga-an, kegiatan peningkatan kompetensi terus digalakkan, salah satunya melalui pelatihan Preservasi Jalan yang diselenggarakan Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (BPSDM PUPR) melalui Pusat Pengembangan Kompetensi Jalan, Perumahan dan Pengembangan Infrastruktur Wilayah. 


Pelatihan yang difasilitasi Balai Pengembangan Kompetensi PUPR Wilayah VII Banjarmasin ini diselenggarakan pada tanggal 1 s.d 10 Maret 2021 secara distance learning, dengan diikuti sebanyak 38 ASN Kementerian PUPR. Pelatihan Preservasi Jalan ini merupakan pelatihan yang wajib ditempuh oleh para Aparatur Sipil Negara di lingkungan Ditjen Bina Marga, yang mengacu pada Peraturan Menteri PUPR no 7 Tahun 2020 tentang standar kompetensi jabatan ASN Kementerian PUPR, dan juga sebagai pembekalan bagi Pegawai Negeri Sipil Muda  yang tersedia dilingkungan Direktorat Jenderal Bina Marga pada saat ditugaskan di lapangan. 


Kepala BPSDM PUPR, Sugiyartanto dalam sambutan pembuka melalui konferensi video dari Jakarta, Senin (1/3) mengatakan pelatihan Preservasi Jalan diselenggarakan dalam upaya meningkatkan kompetensi serta kinerja dari Direktorat Jenderal Bina Marga dalam meningkat dalam fungsi pelayanan kepada masyarakat yang menggunakan infrastruktur,  khususnya jalan dan jembatan. 


Dengan pelatihan preservasi jalan ini, para peserta diharapkan dapat menyerap ilmu secara maksimal dan mengimplementasikan pada pekerjaan masing-masing selaku ASN di bidang PUPR khususnya penyelenggaraan jalan dalam upaya pencapaian konektivitas jalan sehingga dapat mewujudkan pencapaian renstra 2020-2024 dan pencapaian Visum PUPR 2030 bidang Bina Marga, jalan 99% mantap yang terintegrasi antar moda yang memanfaatkan sebanyak-banyaknya material lokal dan menggunakan teknologi daur ulang serta Indonesia maju 2045, infrastruktur dan SDM yang berkualitas merupakan dua tahapan awal bagi sebuah negara untuk menjadi negara maju. 


"Recycling adalah salah satu contoh implementasinya, berkontribusi terhadap pemeliharaan yang murah tetapi mempunyai sisi kualitas pelayanan yang tinggi." Ungkap Sugiyartanto. 


Sugiyartanto menambahkan daur ulang bisa menjadi terobosan inovasi teknologi dalam pemeliharaan jalan yang murah yang dapat berkontribusi terhadap pemeliharaan jalan yang cukup hemat yaitu sebesar 60-70% dibanding dengan material baru. Untuk itu, diharapkan dengan pedoman-pedoman teknis yang nantinya diperoleh dari pelatihan ini dapat dijadikan referensi didalam pelaksanaan preservasi jalan, termasuk dalam teknologi daur ulang. 


Senada dengan Sugiyartanto, Sekretaris Direktorat Bina Marga, Abram Elsajaya Barus dalam kesempatan yang sama menyampaikan bahwa Ditjen Bina Marga mempunyai tugas dan fungsi Turbinwasbang (Pengaturan, Pembinaan, Pengawasan, dan Pembangunan) dalam penyelenggaran jalan sesuai dengan peraturan perundangan, salah satunya kegiatan preservasi jalan. 


“Kegiatan preservasi jalan ini yang menjadi tugas Ditjen Bina Marga, dimana untuk memastikan jalan-jalan nasional dapat memberikan jasa transportasi optimal, memiliki kondisi jalan yang baik sehingga memberikan manfaat penurunan biaya transportasi, biaya logistik dan meningkatkan pertumbuhan aktifitas ekonomi daerah-daerah yang dilalui jalan nasional,” ungkap Abram. 


Menurutnya, pelatihan preservasi jalan ini merupakan kesempatan dalam meningkatkan kompetensi, pengetahuan, wawasan ASN Bina Marga agar dapat melaksanakan tugas dengan sebaik-baiknya. Hal ini karena dengan pelatihan preservasi jalan ini, para peserta akan mendapatkan materi-materi teknis sehingga dapat meningkatkan pemahaman para peserta didalam melaksanakan preservasi jalan yakni terkait perkerasan aspal atau beton, preservasi jalan lapis penutup, bahu jalan, drainase dsb. 


Dengan adanya peran dan fungsi dari Direktorat Bina Marga dalam mencapai visium PUPR 2030, setelah mengikuti pelatihan ini para peserta diharapkan mampu meningkatkan kompetensinya sehingga penyelenggaraan preservasi jalan dapat laksanakan dengan sebaik-baiknya. Dan juga dapat meningkatkan kinerja, khususnya dalam penyelengaraan jalan nasional, yang tentunya akan meningkatkan kinerja dari Ditjen Bina Marga.


Informasi Lebih Lanjut tentang Balai Diklat VII Banjarmasin

KLIK DISINI ...


KOMENTAR ()