|
/ Berita / Tiga Aspek Penting Dalam Tingkatkan Kompetensi Asn Pupr Bpsdm Gandeng Kpppa Kpk Dan Bnn

Tiga Aspek Penting dalam Tingkatkan Kompetensi ASN PUPR, BPSDM Gandeng KPPPA, KPK dan BNN

Senin , 15 April 2019 93

Ilustrasi Pengarusutamaan Gender

Bintaro, Tangerang Selatan (15/04) – “Setiap pelatihan yang kami selenggarakan selalu disisipkan dengan aspek Integritas, Anti Narkoba, dan Pengarustamaan Gender. Sebab melalui tiga hal tersebut dirasa sangat penting dalam mendidik mental dan moral para ASN PUPR menjadi lebih tangguh”, ungkap Kepala BPSDM Kementerian PUPR Lolly Martina Martief dalam membuka workshop hari ini.


Kepala BPSDM, Lolly Martina Maftief memberikan sambutan dihadapan para peserta workshop

Disadari bahwa sebagai pengelola anggaran terbesar di lingkup Kementerian/Lembaga, Kementerian PUPR menghadapi tantangan berat untuk menjaga integritas dan budaya anti korupsi, mengantisipasi masuknya narkoba dan perlunya perspektif gender dalam penyelenggaraan infrastruktur. Di sini Lolly menegaskan bahwa BPSDM lebih merujuk pada acuan Responsif Gender. Yang berarti Perencanaan dan Penganggaran Responsif Gender (PPRG) merupakan sebuah instrumen untuk memperkecil kesenjangan partisipasi dan pemanfaatan hasil pembangunan antara perempuan dan laki-laki, sebagai upaya untuk mengarusutamakan gender dalam pembangunan demi mewujudkan pembangunan yang berkeadilan dan berkesetaraan gender.


Pemberiaan materi dari salah satu narasumber workhop dari KPK

Berdasarkan Permen PUPR No. 26 Tahun 2017 tentang Panduan Pembangunan Budaya Integritas di Kementerian PUPR, dijelaskan bahwa pembangunan budaya integritas merupakan cara yang strategis dalam pencegahan KKN (Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme). Selanjutnya agar ASN PUPR terhindar dari penyalahgunaan Narkotika, Kementerian PUPR bekerjasama dengan Badan Narkotika Nasional (BNN). Lingkup kesepakatan salah satunya dengan penyebarluasan informasi tentang pencegahan dan pemberantasan, penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika.

Sasaran dari pelatihan ini adalah meningkatnya kompetensi peserta yakni calon pengajar yang terdiri dari Kepala Balai Diklat PUPR Wilayah I-IX, Kepala Balai Uji Coba Sistem Diklat, Pejabat Administrator dan Pengawas serta Pejabat Fungsional Widyaiswara dan Non Widyaiswara yang berjumlah 30 orang yang berasal dari lingkungan BPSDM.