|
/ Berita / Pertajam Kemampuan Administratif Bpsdm Pupr Gelar Pelatihan Finon

Pertajam Kemampuan Administratif, BPSDM PUPR Gelar Pelatihan FINON

Senin , 15 Juli 2019 95


Jakarta (15/07) – Selaras dengan pidato yang disampaikan oleh Presiden terpilih Jokowi tadi malam saat menyampaikan pidato politik bertajuk 'Visi Indonesia' yang disaksikan jutaan mata masyarakat melalui siaran televisi (14/07), dijelaskan pada periode kedua akan fokus pada pembangunan sumber daya manusia (SDM), tetapi tetap terus melanjutkan pembangunan infrastruktur. Melihat hal tersebut, BPSDM PUPR melalui Pusdiklat Manajemen dan Jabatan Fungsional gelar Pelatihan Pengelola Keuangan Non-Keuangan (Finance for Non Finance) dalam salah satu upayanya meningkatkan skill administratif ASN PUPR.

Sekretaris Jenderal Kementerian PUPR Anita Firmanti mengatakan, ”Sepertinya bekerja lebih keras saja tidak cukup. Seperti yang disampaikan oleh Bapak Presiden, kita perlu inovasi, kemampuan untuk beradaptasi. Oleh karena itu, dua etos kerja kita yakni bergerak cepat dan bertindak tepat harus kita tingkatkan”.

“Harapan saya segera selesaikan pelatihan FINON (Finance for Non-Finance) ini untuk para pejabat tinggi pratama, setelah itu harus segera turunkan ke eselon di bawahnya atau pejabat administrator. Karena kelak salah satu persyaratan untuk menjadi pejabat tinggi pratama adalah yang bersertifikat FINON”, tambah Anita.

Kementerian PUPR sendiri mendapatkan dana APBN sebesar Rp107 triliun, yang kemungkinan besar akan meningkat menjadi Rp126 triliun. Dengan anggaran yang sangat besar, tugas untuk membangun infrastruktur akan semakin banyak. Sebagai pengelola anggaran negara, jika hanya terfokus pada technical aspects tanpa mengerti administrasi akan terjadi kesalahpahaman dalam proses mekanisme pembiayaan infrastruktur.

Sebagai pemimpin strategis, Pejabat Tinggi Pratama bertanggungjawab terhadap kinerja keuangan unit kerja yang dipimpinnya, mulai dari perencanaan dan pelaksanaan anggaran, hingga pertanggungjawabannya. Sebagaimana diamanatkan dalam UU No. 17 Tahun 2013 tentang Keuangan Negara, di samping juga untuk mempertahankan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari BPK.

“Semua hal-hal yang berkaitan dengan peningkatan SDM dan talenta merupakan tugas BPSDM PUPR agar mendukung World Class Bureaucracy. Saya sangat mendukung Pak Adam (Moeh. Adam Kapusdiklat Menjafung BPSDM PUPR) untuk adakan pelatihan seperti ini. Kita harus berkompetisi. Sekali lagi, saya ingatkan bahwa para peserta selain paham tentang kemampuan teknis juga mengerti tentang administratif khususnya di dalam pengelolaan anggaran negara. Semoga transfer of knowledge kali ini berjalan dengan lancar”, pungkas Anita.

Pelatihan FINON ini bekerja sama dengan PPM Manajemen, menghadirkan narasumber seperti Dadang Suwanda yang banyak memiliki pengalaman sebagai auditor dan inspektur di pemerintahan, Hasnul Suhaimin Executive dan Business Coach, Chairman of BOC PT. Pos Indonesia (Persero), serta Adviser BukaLapak dan Mandiri University, serta hadir pula Madjid Abdillah yang saat ini merupakan Asisten Vice President PINA – Bappenas. Sebanyak 24 pejabat tinggi pratama di Kementerian PUPR dijadwalkan mengikuti pelatihan selama dua hari, 15-16 Juli 2019. (Datin)


KOMENTAR ()