30-Sep-20 |
/ Berita / Perkuat Ketahanan Pangan Dengan Pengembangan Kompetensi Juru Irigasi

Perkuat Ketahanan Pangan dengan Pengembangan Kompetensi Juru Irigasi

Rabu , 16 September 2020 29

Bandar Lampung, 16 September 2020 – Hubungan antara ketahanan pangan, biaya operasi dan pemeliharaan infrastruktur irigasi, serta biaya perbaikan/rehabilitasi irigasi sangat kuat, karena operasi dan pemeliharaan yang baik akan mendukung keberhasilan panen padi dan akan memperpanjang umur manfaat infrastruktur irigasi. 


Sejalan dengan hal tersebut, peningkatan kompetensi SDM pengoperasian dan pemeliharaan irigasi sangat diperlukan untuk memperkuat ketahanan pangan kita.


Oleh karena itu, BPSDM Kementerian PUPR melalui Balai Pengembangan Kompetensi PUPR WIlayah II Palembang (Bapekom PUPR II Palembang), menyelenggarakan Pelatihan Operasi dan Pemeliharaan Irigasi Tingkat Juru di Bandar Lampung yang diikuti oleh 31 orang.


Kepala Bidang Manajemen Sistem dan Pelaksanaan Pengembangan Kompetensi Pusat Pengembangan Kompetensi Sumber Daya Air dan Permukiman Fitri Riandini dalam sambutannya mengatakan, “Biaya pemeliharaan irigasi masih menjadi kendala yang tidak mudah bagi penganggaran di tingkat pemerintah daerah, sehingga timbul strategi baru di dalam penyelenggaraan operasi dan pemeliharaan (OP) irigasi yakni konsep atau model Pemeliharaan Operasi dan Pemeliharaan Partisipatif (OPIP).” 


Peran serta masyarakat dimasukkan dalam konsep OPIP. Jalinan kerja sama dengan masyarakat dalam pemeliharaan irigasi diharapkan bisa membuat lebih efektif dari sisi pekerjaan dan efisien dalam penganggaran. Dengan demikian, biaya kerugian yang harus dikeluarkan akibat rusaknya infrastruktur irigasi dapat diminimalisir. Di sinilah peran serta juru irigasi sangat diperlukan karena mereka merupakan ujung tombak yang memiliki peran besar dalam keberhasilan kegiatan OP Irigasi.


Dengan adanya Pelatihan Operasi dan Pemeliharaan Irigasi Tingkat Juru, diharapkan kesenjangan yang terjadi pada pegawai yang menangani OP di tingkat juru dapat diminimalisir sehingga mampu mereduksi kesalahan baik prosedur, kesalahan teknis, kesalahan administrasi dan sumber-sumber permasalahan lain, sebagai akibat kurangnya kompetensi yang dapat mengakibatkan kerugian waktu, biaya dan hasil yang diharapkan.


Pelatihan di tingkat juru ini, menekankan pada praktik dibandingkan teori. Para peserta pelatihan akan mengikuti On the Job Training (OJT) dan praktik lapangan dengan melaksanakan standar protokol Covid-19 yang ketat.

(Bapekom II Palembang)



KOMENTAR ()