19-Oct-20 |
/ Berita / Penutupan Pelatihan Finon Pejabat Administrator

Penutupan Pelatihan Finon Pejabat Administrator

Sabtu , 17 Oktober 2020 32

Jakarta,16 Oktober 2020 - BPSDM Kementerian PUPR bekerja sama dengan PPM Manajemen, telah selesai menyelenggarakan Pelatihan Keuangan untuk Non Pengelola Keuangan (Finance for Non Finance / Finon), dan berlangsung dengan lancar pada 13-16 Oktober 2020. Pelatihan difasilitasi oleh Pusat Pengembangan Kompetensi Manajemen, khusus diadakan untuk Pejabat

Administrator Kementerian PUPR yang memiliki tugas dan fungsi terkait program dan perencanaan anggaran.


Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Sugiyartanto dalam sambutan penutupannya menyampaikan tentang materi pembelajaran yang telah diberikan selama pelatihan kepada para hadirin yang mengikuti acara secara virtual.


“Selama 4 (empat) hari ini Bapak/Ibu telah mengikuti pembelajaran mengenai dasar-dasar keuangan negara, yang meliputi kebijakan pelaporan keuangan dan siklus akuntansi, Prinsip akuntansi dan kebijakan akrual. Serta Sistematika dan Laporan Keuangan Kementerian, Membaca dan memahami laporan keuangan Kementerian (LRA, LO, Laporan Perubahan Ekuitas & Calk). Selain itu juga mengenai Teknik Analisis Keuangan,” ujar Sugiyartanto.  


Ia juga menyampaikan harapannya kepada para alumni pelatihan, “Kami berharap ilmu yang Bapak/Ibu peroleh selama 4 (empat) hari ini dapat Bapak/Ibu sampaikan kepada rekan dan bawahan/staf Bapak/Ibu sekalian sehingga sama-sama meningkat kompetensinya dalam pengelolaan keuangan.”


Salah seorang alumni pelatihan, Roem Indraningsih menyampaikan, “Dengan adanya pelatihan ini saya mendapat pengetahuan tentang laporan keuangan tahunan atas pengelolaan keuangan/anggaran yang telah dialokasikan setiap tahun kepada Satker.”

Roem Indraningsih yang menjabat sebagai Kepala Subdirektorat Strategi, Program, dan Anggaran di Direktorat Sistem dan Strategi Penyelenggaraan Perumahan, lebih detil menjelaskan tentang pengetahuan pengelolaan anggaran yang didapatkannya selama mengikuti pelatihan. 

“Saya bisa lebih memahami bahwa anggaran yang dialokasikan dan dimanfaatkan harus dipertanggungjawabkan dalam bentuk laporan realisasi keuangan. Laporan-laporan lain yang menjadi pendukung/lampiran harus berisi penjelasan-penjelasan yang lebih detil mengenai belanja modal, belanja barang, belanja pegawai dan jenis belanja lainnya. Selain itu, saya menjadi lebih memahami soal pengelompokkan jenis aset, kewajiban, beban dan ekuitas yang harus dibukukan/dilaporkan setiap tahun oleh kuasa pengguna anggaran/satker,” jelas Roem.

Ia juga menyampaikan usul dan harapan agar pelaksanaan pelatihan ‘Finon’ bisa dilakukan secara klasikal untuk di masa mendatang, karena diskusi secara langsung akan lebih jelas dan interaktif bagi para peserta yang berlatar belakang non-finansial. 

Setelah mengikuti agenda pembelajaran secara distance learning yang difasilitasi oleh pengajar dari PPM Manajemen selama 4 (empat) hari, seluruh peserta Pelatihan Keuangan untuk Non Pengelola Keuangan yang berjumlah 18 (delapan belas) orang, dinyatakan lulus.  



KOMENTAR ()