30-Sep-20 |
/ Berita / Penandatanganan Perjanjian Kerjasama Bpsdm Pupr Dengan Universitas Diponegoro Untuk Pendidikan Program Magister Super Spesialis

Penandatanganan Perjanjian Kerjasama BPSDM PUPR dengan Universitas Diponegoro untuk Pendidikan Program Magister Super Spesialis

Rabu , 16 September 2020 53

Semarang, 16 September 2020 - Dalam rangka memperbaiki dan meningkatkan kualitas pembangunan infrastruktur nasional, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) membuka program Magister Super Spesialis bagi Aparatur Sipil Negara di lingkungan Kementerian PUPR yang bekerja sama dengan beberapa perguruan tinggi negeri, yaitu ITB, Undip, UGM dan ITS. Kerja sama pendidikan kedinasan dengan perguruan tinggi negeri dilakukan untuk mencetak tenaga ahli spesialis infrastuktur di lingkungan kementerian.

Badan Pengembangan Sumber Daya manusia (BPSDM) melalui Pusbangkom SDA dan Permukiman menaungi beberapa program magister super spesialis di bidang Sumber Daya Air dan Permukiman bekerja sama dengan Universitas Diponegoro untuk program studi spesialis bendungan. Kerja sama telah resmi dilakukan dengan dilaksanakannya Penandatanganan Perjanjian Kerja sama Pendidikan Program Magister Super Spesialis TA 2020 antara Kementerian PUPR dengan Universitas Diponegoro pada Rabu (16/9) di Universitas Diponegoro, Semarang.

Penandatanganan kerja sama dilakukan oleh, Ruhban Ruzziyatno Kepala Pusat Pengembagan Kompetensi SDA dan Permukiman yang mewakili Kementerian PUPR dan Prof.Ir. M. Agung Wibowo, M.M, M.Sc, Ph.D., Dekan Fakultas Teknik dan Lingkungan yang mewakili Universitas Diponegoro.

Ada 2 (dua) program studi spesialis bendungan yang bekerja sama dengan Universitas Diponegoro, yaitu: Program Studi Operasi dan Instrumentasi Hidrometerologi Bendungan dan Program Studi Retrofitting dan Instrumentasi Keamanan Bendungan. Kedua program ini memiliki masa belajar 18 bulan (1,5 tahun). Pelaksanaan pembelajarannya berbeda dibandingkan perguruan tinggi yang lain, karena para karyasiswa hanya akan mendapatkan pembelajaran teori enam bulan. Selanjutnya selama enam bulan adalah magang dan OJT, dan enam bulan terakhir untuk masa penyusunan thesis.

Penyelenggaraan program magister super spesialis merupakan ide dari Menteri PUPR Basuki Hadimuljono sebagai respon atas banyaknya permasalahan pembangunan di bidang PUPR yang disebabkan oleh belum adanya tenaga ahli secara khusus. Sebagai contoh, Indonesia memiliki banyak bendungan, akan tetapi sudah tidak berfungsi sesuai kebutuhan, sehingga diperlukan ahli retrofitting bendungan.

Kerja sama dengan Universitas Diponegoro dilakukan karena Kementerian PUPR membutuhkan program magister khusus dengan muatan teori yang spesifik, praktek dan magang kerja, namun tetap memenuhi kualifikasi akademik serta diakui di dunia internasional. Sebagai salah satu perguruan tinggi terbaik di Indonesia, Universitas Diponegoro bisa memenuhi kebutuhan tersebut.

Melalui kerja sama pendidikan kedinasan magister super spesialis antara Pusbangkom SDA dan Permukiman dengan Universitas Diponegoro ini diharapkan dapat mencetak SDM Kementerian PUPR yang unggul dan ahli pada bidangnya dan juga dapat mengatasi permasalahan-permasalahan yang ada di lapangan, khususnya dalam pembangunan dan pengelolaan bendungan.


Informasi Lebih Lanjut tentang Sekretariat Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia

KLIK DISINI ...


KOMENTAR ()