25-Jan-21 |
/ Berita / Pembukaan Pelatihan Operasi Dan Pemeliharaan Irigasi Tingkat Pengamat Angkatan Ii

Pembukaan Pelatihan Operasi dan Pemeliharaan Irigasi Tingkat Pengamat Angkatan II

Selasa , 20 Oktober 2020 114

Surabaya, 20 Oktober 2020 – Pengembangan dan pengelolaan irigasi di Indonesia telah berjalan lebih dari satu abad, namun secara menyeluruh kinerja irigasi di Indonesia sekarang ini menunjukkan tingkat layanan yang belum optimal. Hal ini disebabkan, antara lain: umur infrastruktur yang telah melewati umur layanannya, sistem pengelolaan yang belum optimal, lemahnya sistem rehabilitasi serta manajemen aset yang belum sepenuhnya dipahami oleh Sumber Daya Manusia (SDM) Operasi dan Pemeliharaan (O&P) Irigasi. 

Agar pengelolaan irigasi ini dapat berjalan secara optimal, perlu didukung oleh tenaga pelaksana O&P irigasi yang kompeten.

Untuk mengembangkan kompetensi tenaga pelaksana O&P irigasi, Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Pusat Pengembangan Kompetensi (Pusbangkom) Sumber Daya Air dan Permukiman menyelenggarakan Pelatihan Pelatihan Operasi Dan Pemeliharaan (O&P) Irigasi Tingkat Pengamat yang diikuti 28 ASN Bidang Sumber Daya Air (SDA) di lingkungan Kementerian PUPR.

Dalam sambutan melalui konferensi video pada acara pembukaan pelatihan, Kepala Pusbangkom SDA dan Permukiman, Ruhban Ruzziyatno mengatakan bahwa, sehubungan dengan progam kedaulatan pangan, tuntutan untuk mengikuti perkembangan kinerja irigasi sekarang ini semakin meningkat. Sejak program kedaulatan pangan dicanangkan pada 2014, pemerintah tengah mengupayakan pembangunan 1 juta hektare dan merehabilitasi 3 juta hektar lahan irigasi.

Ruhban menambahkan, kondisi infrastruktur irigasi saat ini memerlukan dukungan semaksimal karena masih banyaknya kendala di lapangan yang belum terselesaikan dan harus diperbaiki. Oleh karena itu, peningkatan kompetensi pengamat irigasi melalui Pelatihan O&P Irigasi Tingkat Pengamat sangat diperlukan untuk menjamin kinerja jaringan irigasi.

“Hal ini merupakan tantangan bagi para pengamat irigasi saat ini untuk mengembalikan kejayaan irigasi Indonesia yang pernah mendapatkan penghargaan swasembada pangan dari FAO (Organisasi Pangan dan Pertanian Dunia) pada tahun 1985,” tegas Ruhban menyemangati para peserta pelatihan.

Lebih lanjut, Ruhban juga menjelaskan tentang tugas dan regulasi yang berkaitan dengan O&P irigasi yang harus dipahami para peserta pelatihan

“Berdasarkan Permen PUPR Nomor 12/PRT/M/2015 Tentang Eksploitasi dan Pemeliharaan Jaringan Irigasi. Operasi jaringan irigasi merupakan upaya pengaturan air irigasi dan pembuangannya, termasuk kegiatan membuka menutup pintu bangunan irigasi, menyusun rencana tata tanam, menyusun sistem golongan, menyusun rencana pembagian air, melaksanakan kalibrasi pintu/bangunan, mengumpulkan data, memantau, dan mengevaluasi,” jelas Ruhban

Pelatihan O&P Irigasi Tingkat Pengamat yang difasilitasi oleh Balai Pengembangan Kompetensi (Bapekom) PUPR Wilayah VI Surabaya akan berlangsung secara distance learning dari tanggal 20 s.d 27 Oktober 2020. Pelatihan kali ini, merupakan penyelenggaraan angkatan kedua, sebelumnya untuk angkatan pertama sudah dilaksanakan oleh Bapekom PUPR Wilayah IX Jayapura pada 8 s.d 15 September 2020.


Informasi Lebih Lanjut tentang Balai Diklat VI Surabaya

KLIK DISINI ...


KOMENTAR ()