|
/ Berita / Pelatihan Penanggulangan Banjir Dan Pelatihan Hukum Kontrak Konstruksi Di Balai Diklat Pupr Wilayah I Medan

Pelatihan Penanggulangan Banjir dan Pelatihan Hukum Kontrak Konstruksi Di Balai Diklat PUPR Wilayah I Medan

Selasa , 12 Maret 2019 132

Kepala Bidang Evaluasi dan Pelaporan Pusdiklat SDA dan Konstruksi Saat Memberikan Sambutan



Medan (12/3) - Pada tanggal 11 Maret 2019, Balai Pendidikan dan Pelatihan PUPR Wilayah I Medan membuka Pelatihan  Penanggulangan Banjir dan Pelatihan Hukum Kontrak Konstruksi. Kedua Pelatihan yang akan dilaksanakan tanggal 11 s/d 16 Maret 2019 ini dibuka secara resmi oleh Kepala Bidang Evaluasi dan Pelaporan Pusdiklat Sumber Daya Air dan Konstruksi, Muhammad Nizar. Pembukaan pelatihan dihadiri oleh Kepala Balai Pendidikan dan Pelatihan PUPR Wilayah I Medan, para Pejabat Eselon IV di Lingkungan Balai Pendidikan dan Pelatihan PUPR Wilayah I Medan, Widyaiswara, dan Peserta Pelatihan. 

Sumber Daya Manusia (SDM) merupakan isu sentral dalam penentuan keberhasilan organisasi dalam mewujudkan visi dan misinya. Mengingat demikian pentingnya peranan SDM tersebut, adanya pengelolaan yang terencana dan terarah untuk mewujudkan SDM profesional mutlak diperlukan, khususnya dalam menghadapi tantangan pembangunan saat ini. Hal tersebut sejalan dengan amanah Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara (ASN) yang menyatakan bahwa salah satu prinsip ASN sebagai profesi adalah berlandaskan pada kompetensi yang diperlukan sesuai bidang tugas.



Banjir yang kemudian berakibat kepada Bencana Banjir merupakan fenomena alam yang terjadi karena dipicu oleh adanya proses alamiah dan aktivitas manusia yang tidak terkendali dalam mengeksploitasi alam. Proses alamiah sangat bergantung pada kondisi curah hujan, tata air tanah (geo-hydrology), struktur geologi, jenis batuan, geoformologi dan topografi lahan. Sedangkan aktifitas manusia terkait dengan perilaku dalam mengeksploitasi alam untuk kesejahteraan manusia, yang cenderung merusak lingkungan khususnya Daerah Aliran Sungai yang dilakukan dengan intensitas tinggi dan kurang terkendali serta melampaui kaidah-kaidah penataan ruang.

Dalam sambutannya, Nizar menyampaikan bahwa "kerugian akibat bencana banjir sangatlah besar nilainya, kiranya kerugian tersebut dapat diminimalisir dengan adanya upaya Analisis Potensi Banjir serta Penyiapan Infrastruktur Pengendali Banjir yang dikemas didalam suatu Disiplin Pengendalian Banjir".

Kementerian PUPR sesuai dengan kewenangannya memiliki perhatian khusus didalam penyelenggaraan infrastruktur sumber daya air yang handal dan bermanfaat termasuk didalamnya adalah infrastruktur Pengendali Banjir. Salah satu faktor yang menentukan penyelenggaraan infrastruktur yang berkualitas adalah kemampuan SDM khususnya yang berkiprah di bidang Sumber Daya Air.