11-Apr-21 |
/ Berita / Pelatihan Harus Mengubah Perilaku Peserta Dan Bermanfaat Bagi Unit Kerjanya

Pelatihan Harus Mengubah Perilaku Peserta dan Bermanfaat Bagi Unit Kerjanya

Sabtu , 12 Desember 2020 117

Bintaro, 12 Desember 2020 - Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Pusat Pengembangan Kompetensi Manajemen menyelenggrakan Lokakarya Evaluasi Penyelenggaraan Pelatihan Bidang Manajemen Semester II di Bintaro (11/12). Lokakarya ini merupakan salah satu tahapan dalam rangkaian kegiatan monitoring dan evaluasi penyelenggaraan pelatihan bidang manajemen Tahun Anggaran 2020.

Kepala BPSDM PUPR Sugiyartanto dalam sambutannya secara daring mengatakan bahwa pelatihan harus bisa mengubah perilaku peserta. "Jadi, pelatihan yang diikuti bermanfaat bagi unornya (unit organisasi) bukan hanya individunya. Outcome not only output," tegas Sugiyartanto.

Selain itu, dalam rangka mendukung keberhasilan suatu kegiatan pengembangan kompetensi khususnya pelatihan, terdapat empat komponen yang harus diperhatikan, yaitu Kurikulum/Modul, Sumber Daya Manusia (Pengajar/ Widyaiswara, Peserta, dan Penyelenggara/Pengelola), Sarana dan Prasarana, serta Pembiayaan. Ketersediaan dan kualitas keempat komponen ini sangat menentukan ketercapaian tujuan pembelajaran. Oleh karena itu, dibutuhkan kegiatan monitoring dan evaluasi penyelenggaraan pelatihan untuk menjamin kualitas penyelenggaraan pelatihan.

"Indikator keberhasilan dari suatu program pelatihan khususnya dalam hal ini pelatihan bidang manajemen dapat dilihat dari kesesuaian proses dan hasil dengan rencana dan target, serta penggunaan dan pemanfaatan sumber daya yang efektif dan efisien," pungkasnya.

Sebelum pelaksanaan lokakarya ini, telah dilaksanakan sebanyak 4 (empat) kali Focus Group Discussion (FGD), yaitu: FGD I Pembahasan hasil pengolahan data dan analisis awal data evaluasi dari e-pelatihan, FGD II Penyusunan instrumen evaluasi dan penentuan responden wawancara pengajar dan alumni pelatihan bidang manajemen, FGD III Wawancara (secara daring) dengan pengajar pelatihan bidang manajemen, FGD IV Wawancara (secara daring) dengan alumni pelatihan bidang manajemen.

Dari hasil lokakarya ini, kesimpulan secara umum pelatihan dengan metode daring maupun blended learning tidak ada kendala yang berarti. Secara umum pola pelatihan menunjukkan kondisi efektif yaitu ditandai dengan adalanya pola linier antara aspek. Hal terebut sesuai dengan konsep bahwa materi yang dipahami oleh peserta akan berkorelasi dengan nilai yang diperoleh, demikian pula penilaian positif terhadap pengajar akan mendorong tercapainya hasil belajar yang positif. Kondisi tersebut menunjukkan pola pelatihan yang sudah sesuai.

Kesimpulan lainnya adalah secara umum sudah terjadi proses adaptasi dan transformasi yang positif dari pembelajaran klasikal (tradisional) ke pembelajaran blended learning bahkan fully online. Hal tersebut ditandai dengan adanya materi2 yang sifatnya praktis dapat diikuti dengan baik oleh peserta walaupun masih ada kendala teknis. Hal tersebut dapat disebabkan oleh perpaduan yang tepat antara synchronous dan asynchronous yang dilakukan dalam modus pembelajaran. Bahkan sebenarnya dalam pembelajaran asynchronous dapat dibuat micro learning yang dapat diulang dan dipelajari ketika dibutuhkan. (Kompu BPSDM PUPR)


KOMENTAR ()