|
/ Berita / Pegar Sebagai Solusi Dalam Atasi Abrasi Pantai

PEGAR Sebagai Solusi dalam Atasi Abrasi Pantai

Jumat , 12 April 2019 48

Para peserta bersiap dalam pemasangan woven

Pekalongan (12/04) - Sebagai tindak lanjut dari hasil penelitian Teknologi Geotube dari Balai Penelitian dan Pengembangan mengenai Teknik Pengaman Gelombang Ambang Rendah (PEGAR) pada pantai, maka peserta pelatihan kali ini diajak untuk terlibat langsung dalam pemasangan alatnya di Pantai Batang, Jawa Tengah. Hal ini dimaksudkan agar proses diklat berjalan dengan jauh lebih efektif manakala mereka mempraktekkan hasil teori yang didapat selama masa klasikal.

Kepala Pusdiklat SDA dan Konstruksi Yudha Mediawan dalam kunjungannya mengatakan,” OJT yang baik itu ya harus terjun basah dan kotor. Jika tidak seperti itu berarti tidak belajar. Inovasi PEGAR ini penting dipelajari mengingat selain lebih ramah lingkungan, dari sisi biayanya pun terjangkau. Yang pasti jika akan membangun sesuatu, value engineering harus dipikirkan”.


Kapusdiklat SDA dan Konstruksi Yudha Mediawan didampingi Kepala Balai UCSDAK Dadang Karmen saat tinjau material dalam teknik pemasangan PEGAR

Yudha menambahkan, setelah pelatihan selesai seluruh peserta akan dievaluasi dan dimonitor oleh Pusdiklat SDA dan Konstruksi, tepatnya di bagian Evaluasi dan Pelaporan yang diampu oleh Muhammad Nizar. Semua akan dikroscek apakah invididu tersebut dapat mengimplementasikan ilmunya atau bahkan mandeg. Tentunya hal ini akan jadi evaluasi bagi penyelenggara maupun unit organisasi yang mengutusnya.

Ditemui di kesempatan yang sama sebagai Peneliti Utama pada objek PEGAR, Dede M. Sulaiman mengungkapkan sangat bangga hasil disertasinya tidak berhenti di perpustakaan tetapi dapat dipakai dan berguna bagi masyarakat. Selain itu, ia sangat mengapresiasi kehadiran Kementerian PUPR dalam mengangkat teknik yang telah ditemukannya.


Lokasi OJT di Pantai Batang, Jawa Tengah

Menutup sesi diskusi pada hari pertama, Yudha berkata,” Sebagai ASN harus beralih dari comfort zone to competitive zone. Caranya, rajin ikut pelatihan, baca buku, mentoring dan assessment. Tapi ingat, hidup harus balance, harus happy”.


On the Job Training berlangsung selama 3 hari terhitung tanggal 11-13 April 2019, ditutup dengan presentasi dari masing-masing peserta terhadap hasil yang diperoleh selama di lapangan. Para pengajar berasal dari Balai Pantai, Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Pekalongan serta vendor yang terkait dengan Teknologi Geotube pun turut hadir dalam kegiatan ini. (Rz)


Informasi Lebih Lanjut tentang Balai Uji Coba Sistem Diklat SDA dan Konstruksi

KLIK DISINI ...


KOMENTAR ()