27-Jan-22 |
/ Berita / Mewujudkan Zero Accident Pada Penyelenggaraan Konstruksi Melalui Pelatihan Smkk1

Mewujudkan Zero Accident Pada Penyelenggaraan Konstruksi Melalui Pelatihan SMKK

Rabu, 13 Oktober 2021 112
Mewujudkan Zero Accident Pada Penyelenggaraan Konstruksi Melalui Pelatihan SMKK Mewujudkan Zero Accident Pada Penyelenggaraan Konstruksi Melalui Pelatihan SMKK Mewujudkan Zero Accident Pada Penyelenggaraan Konstruksi Melalui Pelatihan SMKK Mewujudkan Zero Accident Pada Penyelenggaraan Konstruksi Melalui Pelatihan SMKK Mewujudkan Zero Accident Pada Penyelenggaraan Konstruksi Melalui Pelatihan SMKK

Banjarmasin, 13 Oktober 2021 – Setelah berlangsung sejak 4 Oktober lalu, Pelatihan Sistem Manajemen Keselamatan Konstruksi (SMKK) Ahli Muda telah rampung dan resmi ditutup, Selasa (12/10). Pelatihan ini merupakan upaya Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (BPSDM PUPR) untuk menghadirkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang andal untuk menjamin terwujudnya keselamatan konstruksi. Difasilitasi oleh Balai Pengembangan Kompetensi PUPR Wilayah VII Banjarmasin, pelatihan ini menggunakan metode daring.


31 orang peserta berhasil lulus dan dinyatakan kompeten pada Uji Kompetensi Ahli Muda Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3). Bahkan 3 (tiga) diantaranya meraih predikat terbaik, yaitu: Sinta Ria Arini dari Direktorat Pengembangan Kawasan Permukiman sebagai terbaik pertama; peserta dari Balai Pengembangan Kompetensi PUPR Wilayah VI Surabaya meraih terbaik kedua yaitu Ivo Fauziah; dan Lia Nurrahmawati dari Direktorat Pembangunan Jalan sebagai terbaik ketiga.


“Selama pelatihan, berulang kali Widyaiswara menekankan bahwa SMKK diterapkan tidak hanya dalam proses pemilihan penyedia jasa dan pelaksanaan pekerjaan konstruksi. Namun juga saat serah terima pekerjaan. Hal ini membentuk stigma dasar bahwa SMKK berperan penting dalam setiap proses penyelenggaraan konstruksi. Sehingga perlu menjadi perhatian bagi pengguna maupun penyedia jasa,” ujar Sinta memaparkan pengalamannya saat mengikuti pelatihan ini.


Selanjutnya dengan telah mengikuti pelatihan ini, para peserta diharapkan dapat mengemban amanah pada Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2017 tentang Jasa Konstruksi. Struktur usaha yang kukuh, andal, berdaya saing tinggi, dan hasil Jasa Konstruksi yang berkualitas adalah salah satu amanah yang tertuang di pasal 3. Selain itu, diamanatkan juga untuk mewujudkan ketertiban penyelenggaraan Jasa Konstruksi yang menjamin kesetaraan kedudukan antara Pengguna Jasa dan Penyedia Jasa dalam menjalankan hak dan kewajiban, serta meningkatkan kepatuhan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.


“Pemerintah Pusat diberikan tanggungjawab atas penyelenggaraan Jasa Konstruksi yang sesuai dengan standar keamanan, keselamatan, kesehatan, dan keberlanjutan,” ujar Moeh. Adam, Kepala Pusat Pengembangan Kompetensi Manajemen pada pidato penutupnya.


Lebih lanjut Adam menambahkan bahwa sebagai ASN PUPR maka sudah sewajarnya dapat mengimplementasikan keselamatan konstruksi dengan mewujudkan zero accident pada penyelenggaraan konstruksi. Oleh karena itu pelatihan ini dirancang secara khusus bagi ASN PUPR agar mampu memahami regulasi/petunjuk teknis serta penerapan Sistem Manajemen Keselamatan Konstruksi.


Mata ajar dengan total 56 Jam Pelajaran (JP) dan pengajar yang ahli dibidangnya berasal dari Pejabat Struktural, Pejabat Fungsional Terkait, Widyaiswara, serta Praktisi yang berkompeten di Lingkungan Kementerian PUPR khususnya dalam Manajemen Sistem Keselamatan Konstruksi pun telah dikerahkan pada pelatihan ini demi meningkatkan kompetensi SDM dengan tanggungjawab yang tidak mudah.


Informasi Lebih Lanjut tentang Balai Pengembangan Kompetensi VII Banjarmasin

KLIK DISINI ...