03-Aug-21 |
/ Berita / Menyamakan Persepsi Tentang Penerapan Manajemen Risiko Bpsdm Selenggarakan Workshop1

Menyamakan Persepsi Tentang Penerapan Manajemen Risiko, BPSDM Selenggarakan Workshop

Rabu , 19 Mei 2021 100

Jakarta, 19 Mei 2021 – Guna meminimalisir berbagai risiko yang muncul saat melaksanakan tugas untuk membangun infrastruktur, Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (BPSDM PUPR) melalui Pusat Pengembangan Kompetensi (Pusbangkom) Manajemen melakukan upaya melalui Workshop Manajemen Risiko secara tatap muka yang diadakan di Jakarta, Rabu (19/5).


Sebanyak 27 orang peserta yang berasal dari dari satuan kerja sebagai 1st line of defense, Unit Kepatuhan Intern (UKI) sebagai 2nd line of defense, dan Inspektorat Jenderal sebagai 3rd line of defense di Kementerian PUPR mengikuti kegiatan yang berlangsung hingga 3 Juni mendatang.


Sebagai inti penggerak organisasi, kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) dalam menanggulangi risiko yang ada menjadi faktor penting dalam mencapai tujuan organisasi. Berbagai risiko tersebut antara lain risiko keuangan, risiko reputasi, risiko fraud/kecurangan, risiko hukum, risiko kecelakaan kerja, risiko layanan, dan risiko kinerja perlu di minimalisir melalui beberapa tahap. Mulai dari penyelenggaraan pekerjaan strategis, identifikasi risiko, analisis atau pengukuran risiko, evaluasi risiko, serta respon risiko.


Diterbitkannya Surat Edaran Menteri PUPR No.04/SE/M/2021 Tentang Pedoman Penerapan Manajemen Risiko di Kementerian PUPR menjadi acuan dalam penyeragaman persepsi mengenai penerapan manajemen risiko yang menciptakan dan melindungi nilai-nilai di dalam organisasi dengan mengelola risiko, mengambil keputusan, menetapkan dan mencapai sasaran serta meningkatkan kinerja di Kementerian PUPR.


“Bukan hanya menerima surat edaran (Surat Edaran Menteri PUPR No.04/SE/M/2021) itu, tetapi juga apa isi dan maknanya yang harus bisa di implementasikan dari sisi bagaimana mengelola risiko,” ujar Kepala BPSDM PUPR, Sugiyartanto pada pidato pembukaannya.


Dengan peserta yang berasal dari 3 lini di Kementerian PUPR ini, Sugiyartanto berharap didapat pemahaman yang sama dalam menerapkan manajemen risiko sesuai SE Menteri PUPR No.04/SE/M/2021 Tentang Pedoman Penerapan Manajemen Risiko di Kementerian PUPR.


Selain itu untuk meratakan pemahaman yang sama, Sugiyartanto berharap kedepan bagi Satker-Satker di daerah dapat memperoleh pelajaran manajamen risiko di Balai Pengembangan Kompetensi PUPR yang tersebar di seluruh Indonesia. “Moga-moga ini juga bisa serentak sekaligus pemahaman kita in-line mengalir dari pemahaman kebijakan pimpinan sampai dengan implementasi. Automatically kalau sistem ini telah tingkat keberhasilannya tinggi, otomatis pelaksanaan yang namanya manajemen risiko akan berhasil,” tambah Sugiyartanto.


Workshop kali ini merupakan Workshop Manajemen Risiko angkatan ke-III, setelah sebelumnya dilaksanakan Workshop Manajemen Risiko angkatan ke-I pada 17 s.d 30 Maret 2021 dengan peserta berasal dari Inspektorat Jenderal Unit Organisasi Ditjen SDA, Ditjen Pembiayaan Infrastruktur PUPR dan Ditjen Perumahan dan Workshop Manajemen Risiko angkatan ke-II yang dilaksanakan pada pada tanggal 14 s.d 17 April 2021 dengan peserta dari unit organisasi Inspektorat Jenderal, Ditjen Bina Marga, Badan Pengembangan Infrastruktur Wilayah (BPIW) dan BPSDM.


Bekerjasama dengan Pusdiklatwas Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP), agenda dari kegiatan ini yaitu Workshop I pada 19 s.d 21 Mei, Tugas Mandiri pada 24 s.d 28 Mei, dan Workshop II pada 2 s.d 3 Juni.


Informasi Lebih Lanjut tentang Pusat Pengembangan Kompetensi Manajemen


KLIK DISINI ...


KOMENTAR ()