|
/ Berita / Kompetensi Substansif Pisk Jalan Dan Jembatan Tentukan Keberhasilan Renstra Pupr 1

Kompetensi Substansif PISK Jalan dan Jembatan Tentukan Keberhasilan Renstra PUPR

Kamis , 19 Desember 2019 64

Banjarmasin (19/12) - Peran Pejabat Inti Satuan Kerja (PISK) khususnya bidang jalan dan jembatan sangat vital dan penting, karena sebagai penggerak pencapaian Rencana Strategis Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) keberhasilannya sangat ditentukan oleh kompetensi substantif bidang jalan dan jembatan dan kompetensi substantif kesatkeran. Demikian sambutan Kapusdiklat Jalan, Permukiman, Perumahan dan Pengembangan Infrastruktur Wilayah yang dibacakan oleh Kepala Balai Diklat PUPR Wilayah VII Banjarmasin, Suadi, pada penutupan Pelatihan PISK Bidang Jalan dan Jembatan di Banjarmasin, Kamis (19/12).

Peran PISK di dalam tahapan konstruksi, operasi maupun pemeliharaan infrastruktur jalan dan jembatan sangat penting, karena mengemban tugas yang sangat berat dalam mewujudkan tercapainya infrastruktur jalan dan jembatan yang handal dan berkualitas. Sesuai dengan visi Tersedianya Infrastruktur Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat yang Andal untuk Mendukung Indonesia Sejahtera 2025, Kementerian PUPR terus berupaya menyelenggarakan infrastruktur PUPR yang handal dan bermanfaat.

Pencapaian Program Strategis tersebut akan dapat tercapai dengan tersedianya PISK yang profesional dan berintergritas, dimana sesuai dengan manajemen Aparatur Sipil Negara (ASN) profesionalitas yang terbangun dari kompetensi yang harus dimiliki minimal terdiri dari tiga komponen, yaitu: Pertama, kemampuan manajerial, termasuk di dalamnya mampu memimpin, dimana PISK berkewajiban memimpin jalannya suatu kegiatan/proyek, baik yang dilaksanakan secara swakelola maupun kontraktual, sehingga kegiatan/proyek tersebut dapat berjalan dengan baik. Kemampuan kesatkeran dalam hal ini, antara lain, penguasaan manajemen proyek, termasuk monitoring proyek (network planning) pemahaman Kurva S, percepatan proyek (ekskalasi), review design, dll; Ke dua, kemampuan administrasi keuangan/akuntansi, pengetahuan manajemen aset (aplikasi Simak BMN, termasuk mekanisme serah terima aset, pembebasan lahan, dsb) pemahaman Sistem Manajemen Mutu, serta pemahaman Sistem Pemantauan Proyek, termasuk e-monitoring; dan Ke tiga, kemampuan sosio kultural yang termasuk di dalamnya mampu menyelaraskan sikap/perilaku dalam keberagaman konteks sosial dan tatanan budaya, mencakup kemampuan komunikasi, sikap dan moralitas, serta sikap integritas.

Pelatihan PISK Bidang Jalan dan Jembatan yang dilaksanakan sejak 28 Oktober hingga 18 Desember 2019 tersebut diikuti oleh 25 peserta. Dari penilaian hasil pelatihan selama satu bulan tiga minggu tersebut sebanyak delapan orang berpredikat baik sekali, dan 17 orang berpredikat memuaskan.


Informasi Lebih Lanjut tentang Balai Diklat VIII Makassar

KLIK DISINI ...


KOMENTAR ()