|
/ Berita / Cegah Penularan Covid19 Perkuliahan Politeknik Pu Sementara Secara Online1

Cegah Penularan Covid-19, Perkuliahan Politeknik PU Sementara Secara Online

Sabtu , 28 Maret 2020 67

28 Maret 2020 - Meningkatnya kasus Covid-19 di Indonesia mengakibatkan terjadinya berbagai perubahan kebijakan di segala bidang, termasuk bidang pendidikan, dimana salah satunya menyangkut perkuliahan di Politeknik PU Semarang. Dalam rangka mencegah penularan Covid-19, perguruan tinggi milik Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) tersebut untuk sementara mengubah perkuliahan secara online, dimana dosen menyampaikan perkuliahan kepada mahasiswa/i melalui WhatsApp Group, Google Classroom, Edmodo, dan Zoom.


Wakil Direktur Politeknik PU, Pranoto, dalam keterangannya kepada tim Data dan Informasi, Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) PUPR melalui teks pesan, berpendapat perkuliahan secara online bagi kampus teknik, seperti Politeknik PU, sebenarnya kurang efektif, sebab dalam penyampaian materi perkuliahan lebih banyak dilakukan melalui uji praktek di luar kelas. Namun sesuai anjuran pemerintah agar seluruh masyarakat menjaga jarak untuk mencegah penularan Covid-19, maka Politeknik PU untuk sementara mengubah kuliah praktek menjadi kuliah secara online, termasuk pelaksanaan Ujian Tengah Semester (UTS).


Pranoto menambahkan, beberapa kendala dalam penerapan kuliah daring juga menyangkut praktikum mekanika tanah dan bahan bangunan, meskipun ada beberapa tugas/praktek yang bisa dilakukan secara on line, seperti tugas gambar teknik dan analisis. Kendala lain, kemungkinan adanya mahasiswa/i yang sudah pulang kampung, sementara koneksi internet di daerahnya kurang baik, sehingga penyampaian materi perkuliahan tidak tidak bisa diterima dengan baik. 


Pendapat senada disampaikan oleh Galih, salah satu dosen Politeknik PU, yang mengatakan kepada tim data dan informasi BPSDM PUPR bahwa Politeknik PU masih terlalu muda untuk melaksanakan perkuliahan dalam bentuk online. Walaupun media online tersebut sudah diterapkan dari semester I, namun tidak menghilangkan kuliah tatap mukanya. Karena itu pihaknya terus berupaya untuk mengembangkan sistem perkuliahan secara online agar bisa lebih baik. 


Galih menambahkan, kuliah tatap muka tidak bisa dihilangkan sepenuhnya, sehingga ada rasionya terhadap kuliah online. Namun di era milenial seperti sekarang diakui media pembelajaran online harus dikembangkan. "Bila prakteknya hitung-hitungan/berhubungan dengan angka dan rumus mungkin dosen masih bisa memberikan video tutorial untuk dipelajari, tetapi yang sulit bila perkuliahan membutuhkan praktek di laboratorium, dimana jelas tidak bisa digantikan dengan kuliah online. Karena itu beberapa praktek di laboratorium diundur jadwalnya hingga kondisi memungkinkan," jelasnya.


Untuk saat ini kebijakan kuliah daring diharapkan bisa berjalan dengan baik dan bisa menjadi pembelajaran bagi semua pihak untuk dapat mengembangkan kemampuan diri dalam menghadapi berbagai tantangan di dunia akademis. Untuk itu perlu dibuka seluas-luasnya peluang untuk mengembangkan ilmu pengetahuan dengan begitu banyak cara. (Datin)


KOMENTAR ()


?>