24-Oct-21 |
/ Berita / Bpsdm Siapkan Pelatihan Teknis Fungsional Berjenjang Dan Full Elearning1

BPSDM Siapkan Pelatihan Teknis Fungsional Berjenjang dan Full E-Learning

Kamis, 24 Juni 2021 100

Bandung, 22 Juni 2021 – Dalam rangka pengembangan kompetensi melalui pelatihan maka Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) melalui Pusat Pengembangan Kompetensi Jalan, Perumahan, dan Pengembangan Infrastruktur Wilayah, sedang menyiapkan kurikulum Pelatihan Teknis Fungsional Berjenjang dan Sistem Pelatihan Full E-Laerning sebagai bentuk syarat pengembangan dan sertifikasi kompetensi pegawai Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).


Kepala Pusat Pengembangan Kompetensi Jalan, Perumahan dan Pengembangan Infrastuktur Wilayah, Rezeki Peranginangin melalui konferensi video, Selasa (22/6) mengatakan, jenis pengembangan kompetensi teknis JPW dimulai sejak diangkatnya pegawai sebagai CPNS melalui rangkaian Latsar yang merupakan bagian “Pembentukan Jabatan Fungsional”, dilanjutkan dengan jenjang ahli pertama paling lambat 1 tahun setelah ditetapkan sebagai PNS, kemudian jenjang ahli muda dilanjutkan jenjang ahli madya dan jenjang tertinggi yakni ahli utama.


Rezeki menambahkan Rencana standar kompetensi lulusan pelatihan teknis fungsional berjenjang sesuai Peraturan Menpan RB No. 13/2019 dan Peraturan Kementerian PUPR No. 13/2014 adalah untuk CPNS mampu mengintegrasikan ilmu yang dimiliki dengan kebijakan dan peraturan terkait dengan penyelenggaraan infrastruktur dalam pelaksanaan tugas, untuk standat kompetensi ahli pertama diharapkan mampu menginformasikan dan memberi masukan penerapan NSPK terkait SIDLACOM; dan Mampu melakukan survey dan investigasi untuk mendukung tugas perencanaan dan pelaksanaan serta OM (Operasi dan Pemeliharaan).


Rezeki menyampaikan lebih lanjut bahwa jenjang ahli muda diharapkan mampu melaksanakan perencanaan teknis, pelaksanaan, serta operasi dan pemeliharaan konstruksi sederhana serta mampu melakukan pendampingan perencanaan teknis, pelaksanaan, serta operasi dan pemeliharaan konstruksi standar; danMampu melakukan pengawasan teknis konstruksi (teknik, manajemen dan administrasi). Untuk level yang lebih tinggi yakni ahli madya diharapkan mampu melakukan monitoring dan evaluasi penyelenggaraan pembangunan berikut dampak dan manfaatnya dan mampu melakukan penyiapan program dan proyek. Sedangkan pada jenjang ahli utama diharapkan mampu melakukan penilaian kapasitas infrastruktur berikut kebijakan pemenuhannya dan mampu melakukan analisis kebutuhan akan teknologi untuk meningkatkan kehandalan infrastruktur.


Terkait dengan rencana dan pola materi pelatihan E-Learning maka akan dilakukan Pembelajaran Mandiri (Asynchronous) dengan bahan ajar berupa modul, bahan tayang, video dan Soal/Ujian dimana peserta harus mencapai nilai minimal 70 dan dilakukan melalui LMS/E-Pelatihan. Dalam e learning tersebut juga terdapat Diskusi Online/Live Chat Diskusi kasus/permasalahan lapangan dengan fasilitator/pengajar secara terjadwal.


Model pelatihan E-Learning digunakan untuk pelatihan teknis tematik atau pelatihan yang fokus pada mata pelatihan utama untuk mencapai Standar Kompetensi Pelatihan. Setelah belajar mandiri/asynchronous, peserta harus menjawab soal (pilihan ganda/essay) dan harus mencapai nilai minimal 70, apabila belum mencapai dapat mengulang. Adapun Diskusi Online/Live Chat digunakan untuk membahas kasus/masalah lapangan yang dilakukan secara terjadwal dengan fasilitator/pengajar (pertemuan 2 kali 2-3 JP. Adapun waktu pelatihan disesuaikan dengan standar kompetensi lulusan yang akan dicapai (maksimal 1 bulan).


Informasi Lebih Lanjut tentang Pusat Pengembangan Kompetensi Jalan, Perumahan, dan Pengembangan Infrastruktur Wilayah

KLIK DISINI ...